Nyeri Punggung Tak Kunjung Sembuh? Kenali Spondiloartritis Sebelum Terlambat!

IMG-20250616-WA0000
(ilustrasi) -Kesehatan tulang belakang adalah investasi jangka panjang, jagalah sebelum terlambat.

3. Infeksi Bakteri – Beberapa kasus spondiloartritis diduga dipicu oleh infeksi bakteri tertentu, yang memicu reaksi berlebihan dari sistem imun.

4. Usia dan Jenis Kelamin – Penyakit ini lebih sering menyerang pria muda berusia antara 20-40 tahun.

5. Riwayat Keluarga – Jika ada anggota keluarga yang menderita spondiloartritis, risiko seseorang untuk mengalami kondisi ini meningkat.

Gejala spondiloartritis bisa berkembang secara perlahan dan sering kali disalahartikan sebagai nyeri punggung biasa. Berikut beberapa tanda yang perlu diwaspadai:

• Nyeri Punggung Kronis – Nyeri biasanya dimulai di bagian bawah punggung atau panggul, semakin buruk di pagi hari, dan membaik dengan aktivitas.

• Kekakuan Sendi – Terutama setelah bangun tidur atau duduk dalam waktu lama.

• Nyeri di Area Lain – Seperti pada tumit, lutut, atau bahu akibat peradangan yang menyebar ke sendi lainnya.

• Kelelahan Berlebihan – Peradangan kronis dapat menyebabkan rasa lelah yang terus-menerus.

• Gangguan Mata (Uveitis) – Mata bisa mengalami peradangan, kemerahan, nyeri, dan penglihatan kabur.

Jika tidak ditangani dengan baik, spondiloartritis dapat menyebabkan berbagai dampak yang mengganggu kualitas hidup, antara lain:

1. Kekakuan Permanen pada Tulang Belakang – Peradangan yang berkepanjangan dapat menyebabkan tulang belakang menyatu (ankilosis), sehingga penderitanya sulit bergerak.

2. Postur Tubuh Membungkuk – Jika terjadi perubahan bentuk pada tulang belakang, pasien dapat mengalami kyphosis atau bungkuk permanen.

3. Disfungsi Sendi – Nyeri dan peradangan pada sendi panggul dapat membatasi pergerakan dan mengurangi mobilitas.

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top