“Tema ini diharapkan ini dapat menguatkan, menumbuhkan, dan meningkatkan kesadaran dan kepedulian terhadap keselamatan pekerja, masyarakat dan lingkungan seiring dengan peningkatan penggunaan tenaga nuklir dan pembuatan produk nuklir dan komponennya di dalam negeri,” ungkap, Sugeng pada, Senin (119).
Rektor Unud diwakili Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerjasama dan Informasi Prof. Dr. dr. I Putu Gede Adiatmika, M.Kes juga menyampaikan bahwa Universitas Udayana memandang penting bekerjas ama dengan BAPETEN.
Hal ini mengingat salah satu Program Studi di Fakultas MIPA yaitu Prodi Fisika berpotensi meningkatkan kerjasama dengan Bapeten seiring dengan dibukanya Konsentrasi Fisika Medis.
“Konsentrasi Fisika Medis ini memiliki kompetensi terhadap energi nuklir, khususnya pada pemanfaatan nuklir dalam bidang medis, seperti modalitas radiodiagnostik (Rontgen, CT-Scan, Flouroskopi, mamografi dll), Radioterapi (Teleterapi Cobal, LINAC, Brakhyterapi dll) dan Kedokteran Nuklir (PET, SPECT, Radiofarmaka dll),” ucap, Prof. Adiatmika.
Lebih lanjutnya ia mengatakan modalitas ini sudah terdapat di semua Rumah Sakit pemerintah maupun RS Swasta di Bali. Dengan demikian sangat dibutuhkan seorang Fisikawan Medik di rumah sakit untuk memastikan keselamatan dan keamanan terhadap radiasi nuklir ini.
“Diharapkan dengan adanya kerjasama Para Pihak, pengembangan Fisika Medis dan bidang ilmu yang terkait dengan energi nuklir dapat berjalan sebagaimana tujuan dari kerjasama yang telah ditetapkan dalam MoU,” imbuhnya.










