DENPASAR - sandybrown-gazelle-543782.hostingersite.com | Selain berdampak pada kesehatan masyarakat secara global, pandemi Covid-19 juga memberi dampak yang sangat besar terhadap perekonomian dan sektor pariwisata khususnya di Bali. Tak hanya membuat objek wisata mati suri, dampak dari wabah pandemi Covid-19 juga mempengaruhi geliat di sektor pendukungnya.
Salah satunya adalah pasar oleh-oleh khas Bali. Bahkan pasar oleh-oleh terbesar di Bali yaitu Krisna Oleh-oleh Bali sudah tidak beroperasi sejak akhir bulan Maret. Seluruh karyawan dirumahkan demi menjaga keselamatan dan kesehatan karyawan.
"Krisna Oleh-oleh Bali tutup, pertama tentu karena mengikuti aturan dan himbauan dari pemerintah dan yang kedua, kami sendiri juga sangat khawatir karena kita sendiri di Krisna Oleh-oleh Bali selalu berhubungan dengan banyak wisatawan dari berbagai negara termasuk wisatawan domestik. Tentunya resiko terkait paparan Covid yang sangat tinggi, apalagi waktu itu wisatawan Cina masih ramai berkunjung, nah dari situ kami memutuskan Krisna Oleh-oleh Bali harus tutup sementara waktu," jelas Manager Humas Pusat Krisna Holding Company, Ayu Saraswati, Kamis (9/7/2020) di Denpasar.
Pihaknya menambahkan, penutupan Krisna Oleh-oleh Bali pertama dilakukan adalah outlet yang di Jakarta dan disusul penutupan di Surabaya kemudian di Bali. Total semua 32 outlet tutup sekaligus.
"Semua itu dilakukan untuk memberikan rasa aman kepada seluruh karyawan sekaligus mematuhi aturan pemerintah, walaupun dampak dari tutupnya outlet sangat terasa sekali karena tidak adanya pemasukan. Disitu kami mengalami situasi cukup berat dan membuat kita harus belajar untuk evaluasi diri," tambahnya.










