Bahkan Dewi juga menceritakan dirinya bersama ratusan tenaga honor yang sempat mengikuti tes CPNS namun tidak lolos sehingga dirinya berharap mengikuti rekrutmen Pegawai Pemerintahan dengan Perjanjian Kerja (PPPK) ataupun PPPK paruh waktu namun keinginannya hanya menjadi Impian besar lantaran dirinya bersama dengan ratusan temannya itu tidak bisa mengikuti rekrutmen PPPK lantaran tidak tercantum dalam database pegawai pemerintah daerah yang ada di Kabupaten Buleleng.”Terus terang kami dulunya mengetahui ada rekrutmen CPNS dan PPPK dan kami memilih CPNS namun semuanya itu gagal sedangkan mau ikut PPPK juga tidak bisa karena data kami tidak tercantum di database sebagai pegawai pemerintah daerah,”ucapnya lantang sambil menarik nafas Panjang.
Dengan kedatangannya ke DPRD dirinya mengharapkan agar nasibnya yang tidak menentu itu dapat diperjuangkan oleh para wakil rakyat bersama dengan pemerintah daerah.”Terus terang kedatangan kami hanya meminta kepada para wakil rakyat serta kepada pemerintah agar Nasib kami diperjuangkan terlebih diakhir tahun ini kami akan dihapus sehingga Nasib kami tidak ada kejelasan,”pintanya lagi.
Menurut Sekretaris Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Buleleng Ida Bagus Gde Surya Bratha menurutkan para guru honor yang nasibnya sama yang ada di Kabupaten Buleleng sebanyak 438 orang tenaga guru honor.”Kalau secara keseluruhan para guru honor yang sama nasibnya ada empat ratus lebih namun hal itu kami akan berusaha mempertanyakan ke pemerintah pusat untuk Solusi yang terjadi,”janjinya.










