BULELENG-fajarbali.com | Lantaran nasibnya tidak tidak jelas, puluhan guru honor yang ada di Kabupaten Buleleng ‘mesadu’ ke Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Buleleng, Jumat (26/9) pagi.
Puluhan guru honor dan tenaga pendidik yang datang tersebut diterima langsung oleh Ketua DPRD Kabupaten Buleleng Ketut Ngurah Arya. Kedatangan mereka bukan karena ketidak jelasan terhadap nasibnya itu melainkan dirinya mulai was-was setelah mendapatkan informasi kalau guru honor yang gajinya bersumber dari dana bos mulai akhir bulan (Desember) 2025 akan dihapus. Dengan adanya hal itu para guru honor bertambah was-was terkait Nasib yang akan diterimanya.
Terhapusnya tunjangan gaji dari dana BOS tentunya hal tersebut secara otomatis akan menghapus guru dan tenaga honor itu sendiri.”Terus terang kami mendapatkan informasi kalau diakhir tahun ini tunjangan untuk guru dan tenaga honor yang selama ini digaji melalui dana BOS akan terapus sehingga hal itu secara otomatis akan menghapus para guru dan tenaga honor yang selama ini telah mengabdikan diri di sekolah hingga bertahun-tahun,”tutur salah satu tenaga honor di perpustakaan SMP Negeri 6 Singaraja yang ikut menyuarakan nasibnya ke DPRD Putu Dewi Agustini.
Padahal kata dia dalam penghasilan yang diterima dari dana BOS mengalami pemotongan hingga 50 persen dimana dirinya mengakui untuk gaji yang diterima sebasar satu juta rupiah namun harus terkena potongan sehingga gaji yang diterimanya sebesar Rp 500 ribu.”Dalam penggajian kami dimana gaji kami melalui dana bos sebesar satu juta namun harus terkena potongan sebesar 50 persen sehingga gaji kami terima sebesar Rp 500 ribu,”jelasnya.










