"IKA Unmer harus menjadi rumah besar bersama. Setelah kontestasi selesai, seluruh alumni harus kembali bersatu dan bekerja untuk kepentingan almamater," katanya.
la menilai kepengurusan mendatang perlu memperkuat peran alumni sebagai penghubung antara kampus dengan dunia profesional.
Bentuknya dapat diwujudkan melalui mentoring mahasiswa, akses magang dan pekerjaan, pengembangan kewirausahaan, jejaring profesional, serta kolaborasi antarsesama alumni.
"Mahasiswa dan fresh graduate perlu merasakan langsung manfaat dari kuatnya jaringan alumni. Alumni yang sudah memiliki pengalaman dan jaringan harus membuka jalan bagi generasi setelahnya," jelasnya.
ESG juga menekankan pentingnya Roadmap IKA Unmer 2026-2031 diterjemahkan menjadi program yang memiliki target dan ukuran keberhasilan yang jelas.
"Keberhasilan IKA ke depan bukan diukur dari banyaknya acara, tetapi dari seberapa besar dampak yang dihasilkan bagi mahasiswa, alumni, almamater, dan masyarakat," tegasnya.
Sebagai alumnus FISIP angkatan 1989, ESG melihat kolaborasi lintas generasi sebagai modal besar. Alumni senior memiliki pengalaman dan jaringan, sementara generasi muda membawa kreativitas, kemampuan teknologi, serta perspektif baru.
"Ketika pengalaman senior bertemu dengan energi dan inovasi generasi muda, di situlah kekuatan besar IKA Unmer dapat dibangun," ujarnya.
la berharap Munas dan Reuni Akbar 2026 menjadi titik penguatan IKA Unmer dari wadah silaturahmi menjadi jaringan alumni yang semakin produktif dan strategis.
"Reuni mempertemukan kita kembali dengan almamater. Tetapi setelah bertemu, harus ada kontribusi. Ketika memiliki pengalaman, kita berbagi. Ketika memiliki jaringan, kita membuka akses. Itulah makna menjadi bagian dari keluarga besar Universitas Merdeka Malang," pungkas ESG. [gde]










