Ia berpesan kepada para peserta didik baru agar menjadikan MPLS sebagai momentum membangun disiplin, tanggung jawab, dan semangat gotong royong.
“Penggunaan teknologi juga harus dilakukan secara bijaksana, disertai kepedulian terhadap kebersihan serta kelestarian lingkungan sekolah,”lanjutnya.
Sementara itu, kepada guru dan panitia MPLS, Disdikpora menekankan agar seluruh rangkaian kegiatan dilaksanakan secara edukatif, menyenangkan, inklusif, dan ramah anak tanpa praktik perpeloncoan maupun hukuman fisik.
“Seluruh peserta didik harus memperoleh layanan yang setara, sekaligus mendapatkan penguatan nilai-nilai karakter, budaya Bali, serta edukasi untuk menjauhi penyalahgunaan narkoba, judi daring, dan dampak negatif media social,”paparnya.
Terakhir, pihaknya mengatakan peran orang tua juga dinilai sangat penting dalam mendukung keberhasilan proses adaptasi peserta didik di lingkungan sekolah.
“Disdikpora mengajak orang tua untuk terus membangun komunikasi yang baik dengan pihak sekolah, mendampingi anak-anak selama masa transisi, serta mengawasi penggunaan gawai dan aktivitas digital agar tumbuh menjadi generasi yang berkarakter dan bertanggung jawab,”tambah Bratha.
Ketua Komite Widya Santi SMP Negeri 3 Banjar, Nyoman Aryawan, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Buleleng yang telah mempercayakan sekolahnya sebagai lokasi pembukaan MPLS Ramah tahun ini. Menurutnya, kepercayaan tersebut menjadi motivasi bagi seluruh warga sekolah untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan.










