Mahasiswa yang mengikuti pelaksanaan program penguatan Ormawa ini direkognisi dengan 20 sks melalui koordinasi dengan pimpinan di Fakultas. Di Universitas juga memiliki komitmen menyediakan dana pendamping dan menyiapkan reviewer pendamping dan melekat untuk mereview proposal yang ada.
Wakil Rektor berharap bahwa apa yang dihasilkan dari kegiatan ini bisa berkelanjutan dan tak lupa tentunya sebelum melaksanakan kegiatan ke desa, pihaknya juga melaksanakan survei tentunya apakah desa yang dipilih sudah cocok dengan kriteria dan ini dilakukan oleh Tim dari Universitas.
"Mudah-mudahan dengan lolosnya tiga tim ini dan juga tim dari kolega di Universitas Warmadewa mudah-mudahan nanti juga bisa membawa medali untuk Universitas Udayana," ujar Wakil Rektor.
Tim Reviewer Dhaniek Wardhani Ratnaningrum, SS Sub Koordinator Organisasi Kemahasiswaan Belmawa Kemendikbudristek dalam kesempatan tersebut mengucapkan selamat kepada Tim yang sudah masuk ke Abdidaya. Terdapat 160 Tim yang lolos dari 608 yang ikut Penilaian Kemajuan Pelaksanaan dimana proses seleksi sangat ketat karena proposal yang bagus-bagus. Memang diperlukan pembinaan dalam pembuatan proposal dan juga pemilihan dosen pendamping yang tepat.
Diharapkan ada suatu sistem yang membina organisasi kemahasiswaan karena ini satu-satunya program yang langsung menyentuh organisasi kemahasiswaan dan memberikan dampak langsung pada masyarakat. Fakultas-fakultas yang belum memiliki wakil agar diberdayakan dan ada yang lolos.
Sementara Prof. Ilah Sailah menyampaikan dalam PPK Ormawa, pengembangan softskill itu adalah dampak dari kegiatan-kegiatan yang sudah dilakukan. Tapi sebenarnya yang kita inginkan adalah outputnya apakah organisasi kemahasiwaannya bertambah baik kapasitasnya. Lolos tidaknya Tim PPK Ormawa juga ditentukan oleh kesungguhan Ormawanya. Ormawa memiliki project yang dilaksanakan oleh Tim pelaksana, maka Ormawalah yang bertanggung jawab untuk apapun yang dikerjakan oleh Tim pelaksananya ini.










