an disaat hari Raya Kuningan, leluhur kami antar sampai di pintu gerbang yang kembali ke soarga loka dengan suka cita bergembira, bersorak sambil melemparkan uang ke udara yang diperebutkan banyak orang," tandasnya. Besarnya uang yang digunakan dalam mesuryak bervariasi tergantung kemampuan ekonomi warga. Tradisi ini ada secara turun-temurun, tetap dilaksanakan setiap enam bulan sekali bertepatan dengan Hari Raya Kuningan.
“Tradisi ini sudah ada sejak agama Hindu ada di Bali, dan kami gelar setiap enam bulan sekali,” jelasnya. Besaran uang yang dipakai untuk mesuryak pun tidak dipatok, tergantung taraf ekonomi keluarga masing-masing. (kdk)










