“Berkurangnya jumlah wisatawan yang berkunjung ke Bali akibat pandemi, membuat penghasilan kami sebagai sopir taksi dan ojek online menurun. Melihat kondisi tersebut, saya tidak mau menutup mata, maka dari itu saya berinisiatif untuk bekerja sama dengan berbagai pihak untuk memberikan bantuan bagi rekan sesama pengemudi transportasi online dan masyarakat yang terdampak pandemi,” ungkap Alex.
Armada GrabCar dilengkapi dengan fitur GrabProtect membuat Alex mampu meningkatkan pendapatannya sebagai mitra pengemudi GrabCar selama pandemi. Pada pertengahan 2021, salah satu lembaga non profit Scholars of Sustenance (SOS) mengajak Alex menjadi relawan untuk mendistribusikan nasi bungkus bagi panti asuhan,rumah kumuh, Tempat Pemrosesan Akhir (TPA), dan sesama mitra pengemudi yangterdampak Covid -19. Selama satu bulan, SOS dan Alex menyalurkan setidaknya 4000 nasi bungkus. “Setiap hari saya berangkat dari jam 11.00 WITA pagi hingga 19.00 WITA untuk membagikan nasi bungkus ke beberapa wilayah di Bali seperti Sanur, Denpasar, Kerobokan hingga Tanah Lot. Saya juga mendata berapa banyak sopir taksi dan ojek online yang terdampak untuk disalurkan bantuan nasi bungkus ini,” ujar Alex.
Lahir dan besar di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Alex memutuskan untuk mengadu nasib di Bali sejak 21 tahun yang lalu dan bekerja menjadi sopir taksi konvensional. Seiring berjalannya waktu dan perkembangan era digital mulai merambah bisnis transportasi membuat Alex tergugah untuk mencoba keberuntungan menjadi sopir taksi online di platform Grab.










