Waste management menjadi fokus utama dalam konteks Close Loop-Circular Economy, di mana limbah dianggap sebagai peluang untuk menciptakan sumber daya baru.
Dalam upaya mencapai keberlanjutan, manajemen limbah yang efektif adalah langkah kunci untuk mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan.
Dengan pengelolaan limbah atau sampah yang terintegrasi dalam sebuah sistem circular economy, proses daur ulang menjadi lebih bermanfaat lebih dengan menghasilkan sumberdaya dan produk ber-value added, yang tidak hanya dilihat sebagai barang, tetapi juga sebagai sumber nilai tambah melalui desain yang ramah lingkungan, daur ulang, dan inovasi.
Kolaborasi menjadi Kunci
Dengan memahami keterkaitan antara Close Loop-Circular Economy dan keberlanjutan, kita dapat mengembangkan strategi yang holistik untuk mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan, menciptakan ekonomi yang tidak hanya produktif tetapi juga ramah lingkungan, menjaga keseimbangan antara kebutuhan generasi saat ini dan masa depan.
Pemahaman akan hal ini juga diharapkan dapat membantu dalam mendesain ekosistem yang berkelanjutan di Bali, di mana pengelolaan limbah tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah semata, tetapi juga menjadi peluang bagi multistakeholders untuk bersama-sama menjaga kelestarian Bali dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan.
Peran akademisi dirasa sangat krusial dalam upaya meningkatkan pemahaman dan mensosialisasikan konsep ini melalui penelitian, pengembangan konsep serta teknologi, dan pendampingan terkait Circular Economy.










