DI balik kenangan manis masa lalu, sosok almarhum ayah kami selalu hadir sebagai pribadi yang hangat dan dihormati.
Pada masa kejayaannya, beliau adalah seorang guru sekaligus kepala sekolah yang sangat populer, dicintai oleh murid-muridnya, dan dipandang sebagai teladan sejati di tengah masyarakat.
Uniknya, di tengah dedikasi besarnya terhadap dunia pendidikan, beliau tidak pernah mendikte atau mengarahkan anak-anaknya untuk mengikuti jejak langkah beliau sebagai seorang pendidik, justru sebaliknya karena kehidupan seorang guru pada waktu itu hanya mampu membiayai kebutuhan pokok saja.
Beliau memberikan kebebasan penuh bagi kami untuk mengejar jalan hidup sesuai potensi dan cita-cita masing-masing.
Kami berdua, Kol. Laut (Purn) dr. I Ketut Tirka Nandaka dan Prof. Dr. Ni Putu Tirka Widanti, sama sekali tidak pernah bermimpi untuk menjadi seorang guru.
Garis karir awal membentang pada ranah yang berbeda, mulai dari kedokteran militer hingga dunia administrasi dan kebijakan publik. Kami melangkah pada jalur profesi masing-masing dengan fokus penuh pada tugas, pengabdian, dan tanggung jawab profesional.
Namun, zaman terus berputar dan sistem pendidikan pun mengalami transformasi yang pesat. Seiring berjalannya waktu serta dinamika kehidupan, kami menyadari bahwa pengalaman panjang, keahlian, dan pengetahuan yang kami akumulasikan selama puluhan tahun memiliki nilai yang sangat berharga jika dibagikan kembali kepada masyarakat dan generasi penerus.
Memanfaatkan kemampuan yang ada serta menyesuaikan diri dengan situasi, aktivitas mendidik dan berbagi ilmu menjadi pilihan yang paling alami.










