Masuki Hari Ketujuh, Warga Bersama Tim Terus Lakukan Pembersihan Material

mterial
Pelaksanaan pembersihan material banjir bandang yang masih menutupi sekolah Dasar (SD) Negeri 5 Banjar

Lebih jauh tutur Sabtu hingga memasuki hari ketujuh material yang menghantam rumah warga masih dilakukan pembersihan. Lumpur yang menggenangi rumah warga hingga tebalnya satu meter hal itu dirasa sangat sulit dan membutuhkan tenaga yang maksimal dalam melakukan pembersihan.

“Bayangkan saja lumpur yang hingga kini menggenangi rumah kami hampir satu meter tebalnya, belum lagi material yang lain seperti batu, kayu yang menumpuk disetiap rumah warga hal ini menjadi kesulitan kami membersihkan,”akunya.

Akibat banjir tersebut membuat semua warga yang terdampak kehilangan peralatan rumah tangga seperti kompor hingga tempat tidur lenyap terbawa arus banjir bandang. Hampir setiap tahun utamanya dimusim penghujan aliran Sungai Saba meluap namun yang paling parat ditahun sekarang.

“Hampir setiap tahun aliran Sungai Tukad Saba meluap utamanya dimusim penghujan. Kejadian seperti ini sempat terjadi ditahun 2007 silam namun Cuma lima atau lebih rumah yang terdampak. Sempat ada wacana akan dilakukan penyenderan terhadap aliran Sungai namun sampai sekarang hingga kejadian banjir paling parah terjadi di tahun ini penyenderan terhadap aliran Sungai belum dilakukan,”sorot Sabtu protes.

Bahkan dirinya memohon kepada pemerintah agar nantinya bisa menanggulangi terhadap aliran Sungai Mendaum yang kerap terjadi banjir bandang dilakukan penyenderan serta tidak lagi terjadi bencana atau peristiwa yang menelan korban jiwa kembali.

“Ya yang menjadi harapan kami kepada pemerintah agar segera dilakukan penataan serta penyenderan terhadap aliran Sungai Mendaum yang kerap terjadi banjir bila musim penghujan dan tidak lagi menelan korban jiwa lagi,”tutupnya. @gus

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top