Tidak hanya fokus pada lansia, mahasiswa juga melakukan kegiatan di sekolah-sekolah. Di tingkat SD, anak-anak diberikan demonstrasi cara menyikat gigi yang benar serta edukasi mengenai tas siaga bencana sebagai bagian dari program Desa Tangguh Bencana.
Untuk siswa SMP, kegiatan difokuskan pada edukasi penyakit menular yakni tuberkulosis serta pemahaman
tentang kawasan tanpa rokok. Sementara itu, di SMA mahasiswa memberikan edukasi kesehatan mental, pentingnya sarapan sehat, serta edukasi SADARI (periksa payudara sendiri) bagi remaja putri sebagai langkah pencegahan dini kanker payudara.
Pemberdayaan kader dilakukan melalui demontrasi pembuatan mie kelor sebagai inovasi pangan yang tinggi zat besi. Kader juga diajak membuat boreh dari bahan dasar daun kelor dan kencur yang berkhasiat sebagai antioksidan melawan radikal bebas.
Diperkenalkan juga pembuatan pestisida alami dari kulit bawang merah dan bawang putih yang ramah lingkungan
serta efektif mengurangi hama tanaman.
Kegiatan juga menyasar ibu hamil dengan senam ibu hamil dan edukasi mengenai anemia agar mereka lebih memahami pentingnya gizi seimbang dan asupan zat besi.
Selain program kesehatan individu, mahasiswa turut berkontribusi pada kesehatan lingkungan dengan membuat biopori di beberapa titik untuk mengurangi genangan air dan menjaga kesuburan tanah.
Seluruh rangkaian kegiatan ini menjadi bukti nyata kepedulian mahasiswa KKN IPE Poltekkes Kemenkes Denpasar dalam mendukung kesehatan masyarakat Desa Mengwi secara holistik, terintegrasi, dan berkelanjutan.










