Maharajah Music Rilis Dua Klip Terbaru di Seminyak, Hadir dengan Sentuhan Eksotisme Bali dalam Musik India

Press-conference-peluncuran-dua-klip-terbaru-dari-Maharajah-Music-di-Seminyak-Bali
Press conference peluncuran dua klip terbaru dari Maharajah Music di Seminyak, Bali.

MANGUPURA-fajarbali.com | Industri musik Bollywood semakin memperkuat cengkeramannya di pasar internasional dengan memanfaatkan keindahan estetika Pulau Dewata. Maharajah Music secara resmi meluncurkan dua video musik terbaru berjudul Aaja Sajana Mere Khwabon Ke Angana dan Tu Tha Toh Sab Kueh Tha dalam sebuah acara rilis di Seminyak, Badung, Senin (11/5). Kedua karya ini menjadi bukti nyata sinergi kreatif antara aktor Bollywood dan talenta-talenta berbakat asli Bali.

Produksi ini melibatkan aktor asal India, Ronak Chheda, yang beradu akting dengan model-model lokal dalam narasi visual yang emosional. Kehadiran aktor internasional ini memberikan nuansa autentik musik India, sementara latar belakang panorama Bali memberikan nilai tambah secara visual yang memanjakan mata. Saat ini, kedua video musik tersebut telah tersedia di kanal YouTube resmi Maharajah Music dan mulai menarik perhatian penonton secara luas.

Fitri Kusnaeni, salah satu pemeran utama, membawakan karakter gadis Bali yang menjalani hubungan jarak jauh (Long Distance Relationship) dalam lagu Aaja Sajana Mere Khwabon Ke Angana. Fitri mengungkapkan bahwa pendalaman karakter menjadi kunci utama, mengingat lagu tersebut membawa nuansa kesedihan tentang perpisahan. “Meski terdapat perbedaan bahasa dan budaya dengan lawan main, namun proses syuting berjalan lancar berkat koneksi emosional yang kuat dalam peran tersebut,” ungkapnya.

Sementara itu, nuansa berbeda dihadirkan dalam lagu Tu Tha Toh Sab Kueh Tha yang mengambil lokasi syuting di kawasan persawahan Tampaksiring, Gianyar. Ida Ayu Putri Bulan, yang kembali dipercaya membintangi proyek ini, memerankan karakter dalam kisah cinta segitiga yang rumit. Keterlibatannya yang berulang kali dalam proyek Maharajah Music menunjukkan bahwa talenta lokal Bali mampu bersaing dan beradaptasi dengan standar produksi internasional dari industri film dan musik India.

BACA JUGA:  Dokter yang Hobi Nyanyi, Perkenalkan Potensi Wisata Amed, Karangasem

Koreografer Andy Bhakuni menambahkan bahwa proyek ini memiliki daya tarik khusus karena menggabungkan estetika gerak khas India dengan vibrasi lokal Indonesia. Menurutnya, kolaborasi ini bukan sekadar pengerjaan video klip, melainkan pertukaran budaya yang harmonis. “Kerja sama tim yang solid antara kru India dan Indonesia menjadi fondasi kuat di balik hasil visual yang dinamis dan menarik untuk dinikmati pecinta musik global,” ucapnya.

Dukungan juga datang dari model berdarah Swedia-Indonesia, Carolina, yang mengaku mendapatkan pengalaman baru melalui produksi ini. Meskipun sempat merasa gugup, Carolina melihat proyek Bollywood ini sebagai peluang emas untuk memperluas jangkauan profesionalnya di dunia modelling. “Atmosfer kerja yang profesional di bawah bendera Maharajah Music memberikan saya semangat untuk memberikan performa terbaik dalam industri yang kompetitif ini,” ujarnya penuh antusias.

Produser Maharajah Music, Ashwin Maharaj, menegaskan bahwa Bali tetap menjadi lokasi syuting utama bagi rumah produksinya karena karakter alamnya yang tak tergantikan. Keberhasilan peluncuran dua lagu ini segera disusul dengan persiapan proyek berikutnya berjudul Hun Main Teri Rani dan Zuzuzu. Ashwin berkomitmen untuk terus mengeksplorasi keindahan Indonesia sebagai latar belakang cerita-cerita romansa yang ia produksi.

Dalam proyek terbarunya, khususnya lagu Zuzuzu, Ashwin menjanjikan vibrasi yang berbeda dengan melibatkan lebih banyak artis asal Indonesia untuk memperkuat track musiknya. “Penggunaan koreografer berpengalaman dipastikan akan memberikan sentuhan visual yang lebih energik dan segar. Hal ini menunjukkan ambisi Maharajah Music untuk terus berevolusi dan tidak hanya terpaku pada formula lama dalam genre musik Bollywood,” jelasnya di hadapan awak media.

Ashwin menjelaskan bahwa tema besar dari setiap karyanya adalah kisah cinta sehari-hari yang bersifat abadi dan universal. Emosi saat jatuh cinta hingga konflik yang membuat hubungan menjadi kacau digambarkan secara mendalam untuk menyentuh perasaan penonton. “Bagi saya, emosi manusia adalah bahasa universal yang bisa menjembatani perbedaan budaya antara India dan Indonesia melalui karya seni,” terangnya.

BACA JUGA:  GWK Mengguncang! Pesta Rakyat dengan Bintang Tamu Spesial dan Kembang Api Memukau

Hingga saat ini, Maharajah Music telah memproduksi tujuh video klip di Bali dengan melibatkan talenta lokal maupun nasional seperti Fitri Kusnaeni, Carolina, Silvi Nurfitriani, Gung Cinta, dan Ida Ayu Putri Bulan. Konsistensi ini membuktikan bahwa Bali bukan hanya destinasi wisata, melainkan juga pusat kreativitas yang mampu mendukung industri kreatif mancanegara. Langkah ini diharapkan terus membuka peluang lebih besar bagi seniman Indonesia di kancah internasional. (M-001)

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top