Di tengah arus modernisasi, Wabup Supriatna juga mengingatkan pentingnya menjadikan nilai-nilai leluhur sebagai pedoman hidup. Identitas spiritual dan budaya, menurutnya, harus tetap kokoh agar mampu menjadi kompas dalam menghadapi dinamika zaman yang terus berkembang. Ia juga menyoroti pentingnya regenerasi sebagai keberlanjutan organisasi. Diharapkan generasi muda tidak hanya menjadi penerus, namun mampu memahami mampu memahami dan mengembangkan nilai-nilai yang diwariskan secara kontekstual tanpa meninggalkan akar tradisi.
“Nilai-nilai leluhur harus tetap menjadi kompas agar kita tidak kehilangan arah dalam kehidupan bermasyarakat. Regnerasi juga harus terus berjalan. Yang jelas, keberadaan pemeluk Siwa Muka Bulakan ini harus tetap ajeg, solid dalam pasemetonan, serta mampu berkontribusi nyata terhadap pembangunan di Kabupaten Buleleng melalui program-program yang dihasilkan,”imbuhnya. @gus










