Sementara itu, Ketua Panitia Lovina Festival, Gede Dody Oktiva Askara, menegaskan bahwa festival ini tidak hanya memberikan efek ekonomi, tetapi juga menjadi panggung besar bagi ekspresi budaya masyarakat Buleleng.”Lovina Festival bukan sekadar perayaan hiburan, tapi ruang ekspresi bersama yang menyatukan potensi budaya, kreativitas seniman, dan geliat ekonomi lokal,"ujarnya.
Tercatat sebanyak 1.408 seniman, baik dari ranah tradisional maupun modern, terlibat dalam berbagai pertunjukan sepanjang festival. Mereka memeriahkan panggung Lovina dengan beragam aksi seni, mulai dari tari, musik, hingga parade budaya.”Dengan keterlibatan komunitas, partisipasi pelaku UMKM, serta dukungan pemerintah sebagai mitra strategis, Lovina Festival 2025 menjadi bukti bahwa sinergi tanpa APBD pun bisa menghasilkan gebrakan besar untuk daerah,”tutup Supriatna. @gus










