LLDikti VIII Tunjuk ITEKES Bali sebagai Tuan Rumah Sosialisasi IAPT 4.0 dan SAPTO 2.0

IMG-20250709-WA0002
Sosialisasi Akreditasi Perguruan Tinggi Terkait IAPT 4.0 dan Penggunaan Aplikasi SAPTO 2.0. di Convention Hall ITEKES Bali.

Bagus Eratodi mengaku, dengan sistem yang baru ini, pihaknya bisa lebih mudah memantau pemetaan mutu perguruan tinggi juga mengetahui kapan waktu kadaluarsa (akreditasi) sehingga dengan cepat dilakukan pendampingan. 

Sementara itu, Ari Purbayanto menegaskan, setiap sitem baru yang dirancang tentu lebih adaptif, lebih mudah dan efesien karena merupakan hasil penyempurnaan dari sistem-sistem sebelumnya, pun demikian dengan IAPT 4.0 dan SAPTO 2.0.

"Sistem baru ini bisa dikerjakan secara offline dan online. Bisa rame-rame, lebih transparan, bisa dicicil juga. Misalnya dalam soal re-akreditasi, bisa dicicil pelan-pelan yang dalam aturan diharuskan 9 bulan menjelang kadaluarsa harus selesai," jelas Prof. Ari. 

Selain itu, masih kata Prof. Ari, sistem baru berdasarkan Permendikbudristek 53/2023 ini, esensinya menuntut kreativitas masing-masing rektor perguruan tinggi. Sebab, sistemnya terpisah yang penting sebuah perguruan tinggi statusnya terakreditasi. 

"Jadi rektor harus cerdas dan berani. Kalau mau sekadar terakreditasi ya sudah ikuti yang standar. Kalau mau unggul, silakan ikuti instrumen unggul. Jadi ini kembali ke tangan rektor maunya apa. Tapi ingat ya, akreditasi unggul itu merupakan branding yang sangat penting," tegas Prof. Ari, sembari menyarankan rektor jangan hanya mengandalkan sepenuhnya kepada tenaga kependidikan.

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top