"Jadi kegiatan sosialisasi ini sejalan dengan visi kami yang tidak main-main dengan kualitas. Kualitas nomor satu dibarengi dengan misi taat aturan," imbuhnya.
Kepala LLDikti VIII Dr. Ir. I Gusti Lanang Bagus Eratodi, S.T., M.T., IPU, ASEAN.Eng. APEC.Eng., mengatakan, sosialisasi ini juga sebagai upaya memotivasi Perguruan Tinggi Swasta (PTS) untuk meningkatkan akreditasinya.
Sebab, menurut Bagus Eratodi, dari 104 PTS di wilayah Bali-NTB, baru 5 PTS yang terakreditasi Unggul, Baik Sekali 26 PTS dan sisanya, 71 PTS menyandang Akreditasi Baik alias C. Secara legalitas, sluruh PTS di Bali-NTB aman. Data ini dikutip per Mei 2025.
Bagus Eratodi berpandangan, dengan sistem yang semakin mudah, tidak ada alasan apapun bagi pengelola PTS untuk tidak bergerak menuju perbaikan akreditasi. Sebab, pihaknya telah rutin melakukan pelatihan dan pendampingan bahkan mulai tingkat program studi (prodi).
"Tidak ada alasan apapun. Mau dibilang server alasan gangguan internet itu sudah gak logis. Orang kita dampingi rutin kok," tegasnya.
Ia berharap banyak seiring seiring revisi Permendikbudristek 53/2023 tentang Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi, penerapan IAPT 4.0 dan SAPTO 2.0 ini, semakin banyak lagi PTS di LLdikti VIII yang meraih akreditasi Unggul.
Jika berkaca dari tren, progresnya tergolong positif. Tahun 2023, belum ada PTS di wilayah kerjanya yang terakreditasi Unggul. Namun setahun kemudian langsung 3 PTS, disusul 2 PTS tahun ini dari bidang Pariwisata dan Kesehatan.
Bagus Eratodi mengingatkankan bahwa, masyarakat menanti tanggung jawab pengelola perguruan tinggi. Satu-satunya cara menjawab tuntutan itu hanya dengan jaminan kualitas.










