Selain menawarkan pencucian lebih besar, perawatan pakaian lebih baik pun menjadi keunggulan yang ditawarkan mesin cuci LG berdimensi 700 x 770 x 990 milimeter ini. Kemampuan ini berkat benaman sensor canggih bernama AI DD (Artificial Intelligence Direct Drive). Pengembangan sensor berbasis AI ini merupakan hasil dari pengamatan LG pada ketidakpuasan yang kerap timbul dari mesin cuci konvensional. Hanya mendasarkan pada berat cucian tanpa deteksi karakteristik bahan, mesin cuci konvensional tak mampu mengenali kebutuhan pencucian berbeda antara dua jenis pakaian dengan bahan dasar sama.
Antara kemeja dan celana misalnya, meski keduanya berbahan katun, namun memiliki tingkat kelembutan berbeda yang membuat penanganan pencuciannya juga tak sama. "Kemampuan untuk membedakan cucian dengan tingkat kejelian berlapis inilah yang membuatnya lebih mampu merawat pakaian," ujar Rumbi Simanjuntak - Head of Product Marketing Home Appliance LG Electronics Indonesia
Meski memiliki kapasitas tabung yang besar, tak bakal membuat kebutuhan waktu pencucian lebih panjang. Hal ini karena LG telah menyematkan fitur TurboWash™ untuk meminimalkan kebutuhan waktu dalam pencucian tanpa mengurangi performa hasilnya.
Pengembangan fitur TurboWash™ terkait dengan inovasi pada rangkaian proses pencucian yang diterapkan LG pada mesin cuci ini. Saat pencucian mulai berjalan, mesin cuci ini membuat tabung dan pulsator bergerak pada arah putar berbeda. Selain menciptakan gelombang air yang membuat deterjen lebih membaur baik, gerak unik ini menimbulkan efek memeras lebih kuat dalam pembersihan pakaian.










