“Kalau ada yang rusak atau butuh alat baru, saya buat sendiri. Sekalian mengasah otak,” ujarnya.
Bagi Sutaba, masa pensiun bukanlah akhir produktivitas. Justru di usia senja, ia merasa lebih bebas menyalurkan ide-ide yang dulu tertunda. “Kalau mau kreatif dan inovatif, apa saja bisa jadi uang,” katanya. “Yang penting kerja keras dan tidak cepat menyerah.”
Sutaba percaya, selama tangan masih bisa bergerak dan pikiran tetap jernih, selalu ada peluang untuk berkarya. Di bengkel kecil itu, di antara suara gerinda dan percikan api las, ia terus membuktikan bahwa semangat tidak pernah pensiun.










