Lebih dari Sekadar Apresiasi, Pancer Langiit Award 2026 Dorong Seni-Budaya Bali Sebagai Investasi Masa Depan

Penyerahan-berbagai-penghargaan-dalam-gelaran-Pancer-Langiit-Award-2026-di-Living-World-Denpasar
Penyerahan berbagai penghargaan dalam gelaran Pancer Langiit Award 2026 di Living World Denpasar.

DENPASAR-fajarbali.com | Sanggar Seni Pancer Langiit kembali menegaskan komitmennya dalam melestarikan warisan leluhur melalui gelaran bergengsi “Pancer Langiit Award 2026”, Sabtu (17/1/2026). Acara yang berlangsung meriah di Living World Denpasar ini menjadi panggung apresiasi tertinggi bagi para seniman, praktisi budaya, kreator muda, dan tokoh masyarakat yang dinilai memberikan kontribusi nyata bagi ekosistem seni budaya Bali. Mengangkat tema besar "Sidha Sidhi Mangan Guna", penghargaan ini bukan sekadar seremoni apresiasi, melainkan sebuah bentuk legitimasi atas konsistensi individu dalam menjaga nyala api kebudayaan di tengah arus modernisasi yang kian kencang.

Dalam sambutannya, Founder Sanggar Seni Pancer Langiit, Anak Agung Gede Agung Rahma Putra, menyampaikan bahwa penghargaan ini adalah bentuk penghormatan atas ketulusan bagi para pengabdi seni, mitra kerja, partner maupun sponsor yang telah mendukung perjalanan Sanggar Seni Pancer Langiit. Ia menegaskan bahwa di tengah gempuran tren modern, menjaga orisinalitas budaya memerlukan keberanian untuk berinovasi tanpa menghilangkan akar filosofisnya. “Acara ini juga menjadi ajang refleksi bagi komunitas seni untuk terus berkolaborasi, menciptakan karya-karya baru yang relevan dengan perkembangan zaman namun tetap sarat akan nilai-nilai luhur,” jelasnya didampingi Ketua Divisi Pendidikan Pancer Langiit, Anak Agung Mas Sudarningsih.

Agung Rahma Putra juga menjelaskan, pemilihan tema "Sidha Sidhi Mangan Guna" diambil dari filosofi mendalam yang bermakna keberhasilan atau pencapaian yang memberikan manfaat nyata bagi kehidupan. Dalam konteks seni pertunjukan dan pelestarian adat, tema ini menekankan bahwa kemahiran teknis seorang seniman haruslah berujung pada kemaslahatan masyarakat dan penguatan karakter bangsa. “Melalui tajuk ini, Pancer Langiit ingin menegaskan bahwa karya seni terbaik adalah karya yang mampu "menghidupi" jiwa penikmatnya sekaligus menjaga harmoni alam dan manusia,” ujarnya..

BACA JUGA:  Bulan Bahasa Bali Sebagai Ajang Pelestarian Bahasa, Sastra dan Aksara Bali

Lebih lanjut, Agung Rahma Putra menekankan bahwa Sidha Sidhi Mangan Guna adalah sebuah panggilan bagi para seniman muda untuk tidak cepat berpuas diri dengan popularitas sesaat. Menurutnya, kegunaan (guna) dari sebuah seni baru akan teruji ketika ia mampu menjadi solusi atas krisis identitas yang dialami masyarakat urban saat ini. “Kami berharap penghargaan ini memicu semangat kompetisi yang sehat namun tetap berpijak pada nilai-nilai kerendahan hati dan ketulusan dalam berkarya,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Yayasan Pancer Langiit, I Gede Agus Suparta berharap Pancer Langiit Award 2026 dapat menjadi katalisator bagi regenerasi seniman muda. Dengan kategori yang semakin inklusif, ajang ini dirancang untuk memicu kreativitas generasi Z dan Milenial agar berani bereksperimen menggabungkan elemen kontemporer dengan pakem tradisional. “Keberlanjutan budaya sangat bergantung pada kesediaan generasi muda untuk "pulang" dan mendalami seni tradisi, sehingga penghargaan ini diharapkan menjadi pemantik semangat bagi mereka untuk berkarya lebih konsisten,” ucapnya.

Agus Suparta menambahkan, selain aspek artistik, Pancer Langiit Award 2026 juga membawa misi besar dalam mempererat ekosistem ekonomi kreatif berbasis budaya. “Diharapkan, melalui eksposur yang luas, para peraih penghargaan dapat membuka peluang kolaborasi dengan sektor industri yang lebih luas, baik di tingkat nasional maupun internasional. Hal ini selaras dengan upaya pemerintah dalam menjadikan kebudayaan sebagai investasi masa depan yang mampu memberikan dampak kesejahteraan nyata bagi para pelakunya,” tutupnya.

Antusiasme masyarakat terhadap acara ini membuktikan bahwa minat terhadap seni tradisi masih sangat tinggi, asalkan dikelola dengan manajemen yang profesional dan visi yang relevan. Kehadiran berbagai tokoh kebudayaan, pejabat pemerintahan, hingga akademisi dalam acara ini turut memperkuat posisi Bali sebagai episentrum kreativitas dunia. Pancer Langiit Award telah berhasil bertransformasi dari sekadar acara sanggar menjadi barometer perkembangan seni budaya di Indonesia.

BACA JUGA:  Libatkan 33 Fashion Designer Dalam dan Luar Negeri, BIFW 2022 Siap Majukan Industri Fashion di Indonesia

Melalui suksesnya penyelenggaraan Pancer Langiit Award 2026, diharapkan pesan "Sidha Sidhi Mangan Guna" dapat terus bergema melampaui batas panggung penghargaan. Seni diharapkan tidak lagi dipandang sebagai komoditas semata, melainkan sebagai jalan pengabdian untuk memperhalus budi pekerti manusia. Dengan demikian, warisan luhur Nusantara akan tetap kokoh berdiri, menjadi pelita yang menerangi jalan menuju peradaban yang lebih bermartabat dan penuh manfaat. (M-001)

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top