Layangan Hampir Putus! Bayi Merah yang Ditinggal Ayah Kini Sarjana

(Last Updated On: 25/09/2023)

FOTO: I Kadek Riki Mahardika, SM.

 

DENPASAR – fajarbali.com |  Tidak banyak yang Riki ketahui tentang sang ayah, kecuali sebuah cerita bahwa tahun 1996 silam, ia digendong oleh seseorang agar leluasa melihat jenazah ayahnya dimandikan untuk terakhir kalinya. Sebelum dikebumikan.

Saat itu, pemilik nama lengkap I Kadek Riki Mahardika belum genap berusia satu tahun. Barulah memasuki usia sekolah dasar, Riki sadar bahwa dirinya seorang yatim.

Kerinduan terhadap ayahnya, I Ketut Merta, acap datang tiba-tiba. Menyiksa. Sayangnya, jejak berupa foto pun tak bisa ia temukan. Wajah almarhum ayahnya hanya sebuah bayangan. “Kalau kata orang-orang, ayah mirip saya,” kata Riki, Minggu (24/9/2023) di Denpasar.

Sepeninggal Merta, Ni Luh Sadri, seketika mengambil peran ganda; ibu sekaligus bapak bagi dua buah hatinya. Riki punya kakak lelaki bernama I Gede Ngurah Suparsa.

Berbagai cara ditempuh Sadri demi kelangsungan hidup kedua buah hatinya. Sewaktu suaminya hidup, keluarga kecil ini merantau ke Kota Denpasar. Namun setelah kepergian tulang punggung keluarga, mereka kembali ke kampung halaman, Desa Antiga, Manggis, Karangasem, sampai beberapa tahun.

Merasa peluang pekerjaan kurang di kampung, Sadri memutuskan kembali ke Denpasar menjadi “tukang suun” di Pasar Badung. Sementara, Riki dan kakaknya dititipkan di kampung. Mereka sudah masuk sekolah dasar. Dua bocah itu diasuh oleh keluarga almarhum suaminya.

Di ibu kota, Sadri benar-benar membanting tulangnya. Tiap minggu Sadri rutin menjenguk kedua anaknya. Kalaupun tidak sempat, ia menitipkan uang pada sanak yang pulang kampung.

Barulah di saat keduanya menamatkan pendidikan jenjang sekolah menengah atas, kedua anak lelakinya menyusul ke Denpasar.

Baik Riki dan Ngurah dengan cepat mendapatkan pekerjaan. Riki bekerja di sebuah perusahaan terkemuka. Tugasnya mengirim barang ke seluruh Bali menggunakan mobil box.

Dalam benaknya, Riki ingin mengenyam pendidikan lebih tinggi untuk memperbaiki nasibnya, membahagiakan ibu serta membuat ayahnya bangga di surga.

“Setelah empat tahun lulus SMK, saya memberanikan diri kuliah di Universitas Hindu Indonesia (Unhi) Program Studi Manajemen,” kata Riki.

Keputusannya itu bukan tanpa halangan. Kakak dan ibunya sempat menentang. Faktor biaya menjadi kekhawatiran tersendiri. Namun Riki yang dikenal keras kepala bulat pada tekadnya.

“Saya berhasil membujuk keluarga bahwa saya akan tanggung sendiri biaya kuliah, biar mereka tidak terbebani,” kenangnya.

Benar saja, Riki berhasil membuktikan komitmennya. Riki dinyatakan lulus. Berhak menyandang gelar Sarjana Manajemen (SM) setelah upacara Yudisium Fakultas Ekonomi, Bisnis dan Pariwisata (FEBP) Unhi, belum lama ini.

Bagi sebagian orang, meraih gelar sarjana mungkin biasa-biasa saja. Tapi bagi Riki, capaian tersebut sangat istimewa. Riki pun bertekad melanjutkan pendidikan S2. Muncul cita-cita dalam benaknya menjadi seorang dosen. “Rasanya seperti mimpi. Tapi saya akan terus berusaha,” kata Riki. Gde

 Save as PDF

Next Post

Honda Kembali Perluas Jaringan Dealer Mobil Bekas Honda Bersertifikasi Dengan Meresmikan Honda Bintang Used Car

Sen Sep 25 , 2023
Dibaca: 243 (Last Updated On: 25/09/2023) Honda Kembali Perluas Jaringan Dealer Mobil Bekas Honda Bersertifikasi DENPASAR – fajarbali.com  |  PT Honda Prospect Motor kembali memperluas jaringan dealer mobil bekas Honda bersertifikasi dengan meresmikan Honda Bintang Used Car di Cimone, kota Tangerang pada tanggal 22 September 2023. Dealer ketiga mobil bekas […]
Foto 3

Berita Lainnya