Lawan Mental Load di Jalan, 70 Srikandi Astra Bali Bekali Diri dengan Teknik Full Awareness

2026-04-29-at-13.45.54
Perempuan Astra Bali perkuat kesadaran safety riding.

DENPASAR-fajarbali.com | Semangat emansipasi Raden Ajeng Kartini kembali bergema di Bali, namun kali ini melalui aksi nyata di atas aspal. Menutup rangkaian peringatan Hari Kartini 2026, Perempuan Astra bersama Grup Astra Bali menggelar edukasi keselamatan berkendara (safety riding) khusus bagi pengendara motor perempuan pada Sabtu (25/4). Sebanyak 70 peserta dari berbagai lini bisnis Astra di Bali berkumpul untuk memperkuat komitmen kolektif dalam menciptakan ekosistem jalan raya yang lebih aman, sekaligus membuktikan bahwa perempuan modern adalah pionir keselamatan.

Kegiatan ini menyoroti realitas bahwa mobilitas perempuan masa kini sangat tinggi, sehingga menuntut lebih dari sekadar kepercayaan diri. Edukasi yang dipandu oleh tim Safety Riding Astra Motor Bali ini menggarisbawahi bahwa berkendara bukan hanya soal adu ketangkasan teknis atau memutar tuas gas, melainkan tentang menjaga integritas diri melalui fokus dan kesadaran penuh. Di tengah dinamika lalu lintas yang sering kali tak terduga, kesadaran menjadi kunci utama agar setiap perjalanan berakhir dengan selamat di titik tujuan.

Instruktur Safety Riding Astra Motor Bali, Yosept Klaudius, dalam paparannya mengungkapkan fakta menarik mengenai tantangan psikologis pengendara perempuan. Menurutnya, aspek mental load atau beban pikiran sering kali menjadi musuh tersembunyi di jalan raya. Perhatian yang terbagi antara urusan pekerjaan, rumah tangga, hingga kebiasaan terburu-buru dapat menurunkan respons pengendara terhadap potensi bahaya. “Oleh karena itu, ketenangan diri bukan lagi sekadar pilihan, melainkan aspek krusial yang wajib dimiliki setiap individu sebelum menyalakan mesin motor,” ujarnya.

Guna menjawab tantangan tersebut, para peserta tidak hanya diajarkan cara bermanuver, tetapi juga dibekali dengan teknik manajemen stres seperti pengaturan pernapasan dan melatih kehadiran penuh (mindfulness). Yosept menekankan bahwa pikiran yang tenang berfungsi sebagai lapisan pelindung pertama bagi pengendara. Dengan emosi yang terkendali, pengambilan keputusan dalam situasi kritis di jalan akan menjadi lebih presisi, logis, dan jauh dari risiko kecelakaan yang merugikan diri sendiri maupun orang lain.

BACA JUGA:  Jangan Ketinggalan, AHM Buka Pendaftaran Mudik dan Balik Bareng Honda

PIC Safety Riding & Community Promotion Astra Motor Bali, Ngurah Iswahyudi, menambahkan bahwa inisiatif ini merupakan perpanjangan dari semangat Kartini yang adaptif terhadap zaman. Perempuan Astra ingin menghadirkan ruang refleksi di mana kemajuan peran perempuan harus sejalan dengan kemampuan pengendalian diri yang mumpuni. “Program ini dirancang agar setiap perempuan tidak hanya tangguh dalam mengejar mimpi dan karier, tetapi juga cerdas dalam menjaga keselamatan nyawa selama berada dalam mobilitas harian mereka,” ucapnya.

Menutup rangkaian acara, Ngurah Iswahyudi menegaskan bahwa kampanye ini merupakan bagian dari visi "Sinergi bagi Negeri". Melalui edukasi ini, diharapkan lahir standar baru bagi pengendara perempuan di Bali yang mengedepankan etika dan ketenangan. “Semangat Kartini masa kini bukan lagi sekadar keberanian untuk melangkah maju, melainkan keberanian untuk bertanggung jawab atas keselamatan diri sendiri dan sesama pengguna jalan, karena sejatinya keamanan di jalan raya selalu bermula dari kendali diri yang kuat,” pungkasnya. (M-001)

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top