“Yang paling penting adalah orang-orang yang bergabung. Itu yang membuat kami bersemangat menyambut acara ini,” tambahnya.
Lebih dari Sekadar Lari
Dengan lintasan sepanjang 7 kilometer menyusuri jalan desa, sawah, dan pesisir Pererenan, peserta diajak menikmati suasana alami Bali sambil bersosialisasi. Atmosfer pagi yang cerah dan semangat peserta menjadikan acara ini terasa meriah, tapi tetap bersahaja.
Awalnya, panitia hanya menargetkan 500 peserta. Namun dalam waktu dua minggu, jumlah peserta melonjak karena animo masyarakat begitu tinggi.
“Kami terus membuka ruang untuk lebih banyak orang, karena banyak yang ingin bergabung. Ini baru kali kedua kami adakan. Tapi saya yakin akan ada lagi, mungkin akhir tahun ini atau awal tahun depan,” ujar Nikita.
Ia mengungkapkan rencana untuk memperluas cakupan acara, tidak hanya lari, tetapi juga cabang olahraga lain seperti bulutangkis atau kegiatan di lapangan terbuka.
Pererenan Sebagai Titik Tumbuh Baru
Saat ditanya alasan memilih Pererenan sebagai lokasi, Nikita menjelaskan bahwa kawasan ini punya keunggulan secara geografis dan atmosfer komunitasnya.
“Awalnya kami mempertimbangkan beberapa lokasi. Tapi tempat ini bagus karena ada ruang terbuka untuk memulai acara, dan rute jalannya juga menyenangkan. Mungkin lain kali kami akan kembangkan di daerah sekitar, bisa jadi di Pererenan lagi, atau tempat lain di sekitarnya,” katanya.
Ia menyebut bahwa perusahaan yang ia rintis memang berinvestasi di kawasan Canggu, Pererenan, Berawa, serta beberapa titik lain seperti Bukit dan Ubud.










