Peningkatan kemampuan berbahasa Mandarin, kata Agung Witarsana, merupakan sebuah keniscayaan bagi mahasiswa dan dosen, sebab Bali adalah destinasi pariwisata dunia. Jutaan wisatawan asing datang, termasuk yang mendominasi berasal dari China.
“Kerja sama kami dengan TCI sudah dilakukan berupa program beasiswa, fasilitasi dosen bahasa Mandarin. Dan mulai smester ini, kami buka pilihan bahasa Mandarin bagi mahasiswa, melengkapi pilihan bahasa Jepang, Jerman dan Perancis sebelumnya,” kata Agung Witarsana.
Peluang mempelajari bahasa Mandarin juga terbuka untuk dosen-dosen Poltekpar yang ingin mendalaminya. Pengajar sendiri disediakan oleh TCI F.Par Unud. Ia menyebut, mahasiswa sudah menunjukkan ketertarikannya. Salah satu indikatornya melihat antusiasme mahasiswa menyaksikan lantern festival.
“Kami mengelola jurusan usaha perjalanan pariwisata. Sangat erat kaitannya dengan tour operator dan guiding yang membutuhkan bahasa Mandarin. Selain itu, kemahiran berbahasa Mandarin jelas melebarkan peluang kerja bagi mahasiswa kami,” kata Agung Witarsana, memungkasi. (gde)










