Lebih lanjut, Kepala TK Indraprasta Kuta, Wayan Leniasih, mengatakan bangunan sekolah telah lama membutuhkan perbaikan.
“Kondisi TK Indraprasta Kuta sebelum mendapatkan program revitalisasi tahun 2026, kondisinya sangat miris karena ini berdiri sejak tahun 1975, terus dipindahkan ke sini pada tahun 1989. Dari situlah bangunan kami tidak pernah direnovasi dan kondisinya banyak atap yang bocor, dinding juga sudah rapuh,” kata Wayan Leniasih.
“Untuk TK Indraprasta Kuta mendapatkan rehabilitasi 6 ruang kelas, 1 ruang admin, 1 toilet, penataan taman bermain yang roboh dan diterjang banjir,” tambahnya.
Wayan Leniasih mengungkapkan bahwa banjir yang terjadi dua kali dalam setahun turut memperburuk kondisi sekolah.
“Kusen-kusen dimakan rayap setelah banjir. Dua kali setahun banjir sampai sebatas pinggang orang dewasa. Jadi banyak yang rusak sehingga solusinya pun belum ditemukan sampai saat ini,” ujarnya.
Ia menambahkan perubahan yang terjadi di TK Indraprasta Kuta menjadi dorongan untuk menjaga fasilitas yang telah diperbaiki.
“Kami berjanji akan menjaga dan merawat fasilitas ini yang sudah diberikan berupa rehab beserta perabotan-perabotannya. Kami di sini semua sepakat, semua berkomitmen untuk menjaga dan merawat,” pungkasnya. [gde]










