Kunjungan ke Bali, Mendikdasmen Abdul Mu’ti Beberkan “Multiplier Effect” Program Revitalisasi Sekolah

IMG-20261002-WA0026
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, didampingi Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara, memberikan keterangan pers di sela meninjau Program Revitalisasi Sekolah di SDN 15 Dangin Puri, Kota Denpasar, Jumat (2/10/2026). [foto: fb/gde]

Nantinya setelah revitalisasi selesai semua, kondisi ruang kelas dan toilet tersebut menjadi lebih baik. Ruang belajar juga terlihat lebih rapi dan bersih sehingga mendukung kenyamanan murid selama mengikuti pembelajaran. 

“Lalu setelah direvitalisasi, kelas yang roboh akhirnya sudah baik. Jadi kelas-kelas juga lebih rapi, lebih bersih juga,” katanya. 

Menurut Trisna, perubahan lingkungan belajar turut memengaruhi semangat murid. Mereka bahkan berinisiatif menghias kelas dengan hasil karya sendiri. 

“Dampaknya justru pastinya untuk proses belajar-mengajar pasti akan lebih bagus. Kelihatan kelasnya juga lebih bagus, lebih rapi. Anak-anak juga lebih semangat buat belajar, karena lingkungannya, tempat dia untuk proses belajar-mengajarnya jauh lebih rapi, lebih bersih,” imbuh dia.  

Semangat tersebut juga mendorong salah satu murid kelas V SDN 15 Dangin Puri yang bernama Kanaya. Kanaya mengungkapkan bahwa ia semakin bersemangat dalam belajar. “Sekolah kami telah diperbaiki, kami merasa sangat senang, semakin semangat untuk belajar bersama teman-teman di sekolah, Terima kasih Bapak Presiden Prabowo dan Bapak Menteri Abdul Mu’ti,” ucapnya. 

Kunjungan ke TK Indraprasta Kuta

Cerita berbeda datang dari TK Indraprasta Kuta yang berlokasi di Kabupaten Badung, Bali. Sekolah tersebut berdiri sejak 1975 dan kemudian dipindahkan ke lokasi sekarang pada 1989. 

Sebelum mendapatkan program revitalisasi tahun 2026, bangunan sekolah mengalami berbagai kerusakan. Atap bocor, dinding bangunan rapuh, serta kusen yang rusak akibat rayap dan banjir menjadi tantangan dalam penyelenggaraan pembelajaran. 

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top