DENPASAR - sandybrown-gazelle-543782.hostingersite.com | Mendukung penerapan aspek protokol kesehatan menyambut New Nornal Bank Indonesia bersama Badan Musyawarah Perbankan Daerah (BMPD) Provinsi Bali meresmikan Pasar Sindu sebagai kawasan pasar tradisional digital berbasis QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard), Sabtu (27/6/2020).
Dihadiri langsung Kepala Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Bali, Trisno Nugro dan Wakil Gubernur Provinsi Bali, Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati (Cok Ace).
Pada kegiatan tersebut juga diisi Launching Gerakan 10 Ribu Masker/Face Shield (pelindung wajah) oleh Perbankan di Bali. KPwBI Provinsi Bali, Trisno Nugro mengatakan, Pasar Sindu sebagai digital traditional market area saat ini sudah mampu menerapkan transaksi pembayaran yang bersifat contacless memakai QRIS. Selain transaksi bisa lebih cepat, mudah dan aman juga dapat mengurangi resiko penularan virus. Pada aspek kesehatan, Gerakan 10.000 Masker dan Face Shield merupakan bentuk kepedulian dari perbankan di Provinsi Bali untuk mencegah penularan Covid-19.
"Pasar penting sekali buat masyarakat Bali dan semua masyarakat di Indonesia, sehingga pasar harus kita siapkan menghadapi New Normal dengan face shield dengan masker. Perbankan dan kami semua ingin mempercepat Bali agar bisa siap New Normal, apalagi Pasar Sindu sebagai pasar internasional karena banyak bule dan ekspatriat sering kesini," terang Trisno Nugroho.
Ditegaskannya, Gerakan 10 ribu masker dan face shield serta digitalisasi transaksi di wilayah Kota Denpasar dan daerah lainnya di Bali akan terus berlanjut. Selain pedagang pasar perbankan di Bali juga dininta untuk menyediakan QRIS untuk sektor usaha lainnya seperti UMKM hingga pedagang kaki lima. Disampaikan hingga akhir Juni 2020, jumlah merchant QRIS di Provinsi Bali telah mencapai hampir 100 ribu. Dengan adanya komitmen perbankan dan dukungan dari Pemerintah Daerah, pihaknya menargetkan penggunaan QRIS hingga akhir tahun 2020 minimal mencapai 200 ribu.










