Koster menguraikan berbagai persoalan yang dihadapi Bali. Pulau kecil dengan 4,32 juta penduduk tetapi dianugerahi kekayaan budaya dan keindahan alam yang luar biasa yang tentunya tidak dimiliki daerah lain di dunia.
Salah satu permasalahan yang disorotnya adalah populasi penduduk asli Bali. Jumlah penduduk Bali, menurutnya harus ditingkatkan lagi untuk membentengi budaya, tradisi dan agama Hindu. Karenanya, ia merancang program KB ala Bali dengan empat anak.
Nyoman dan Ketut sebagai anak ketiga dan keempat sudah semakin jarang ditemui. “Padahal para tetua kita dulu punya anak sampai enam, sembilan, bahkan belasan anak. Kehidupan sulit, tapi mereka bisa. Kalau sekarang program pemerintah sudah bagus mestinya bisa (empat anak),” tegasnya.
Sebagai bentuk apresiasi, dia juga telah menyipakan beasiswa pendidikan khusus untuk anak ketiga dan keempat (Nyoman/Komang dan Ketut) jika kelak dipercaya lagi memimpin Bali. Hal itu juga sering dilontarkannya pula menjelang mengakhiri masa jabatan 2023.
Lebih lanjut Koster menginginkan mahasiswa UPMI agar tidak puas dengan pendidikan Sarjana (S1). “Saya ingin adik-adik (mahasiswa-red) menjadi orang penting yang menentukan masa depan Bali. Jangan puas hanya S1. Lanjutkan. Bila perlu sampai doktor,” pungkas Koster.
Kuliah Umum: Gen Z Penerus Masa Denpan Bali, di Kampus Universitas PGRI Mahadewa Indonesia atau UPMI Bali, Jumat (31/5/2024).
Rektor UPMI Bali Prof. Dr. Drs. I Made Suarta, SH., M.Hum., menyambut baik rencana pengangkatan pegawai penyuluh kebudayaan serta mendukung eksistensi Prodi Bahasa Bali di UPMI. Sebab, bahasa Bali merupakan akar budaya.










