Konflik Timur Tengah Ancam Pariwisata Bali, Akademisi Undiksha Sebut AS dan Israel Langgar Hukum Internasional

IMG-20260302-WA0000
Prof. Dr. Dewa Gede Sudika Mangku, S.H., LL.M. (foto/ist)

Bali selama ini menjadi simbol pariwisata nasional, sehingga setiap gangguan yang terjadi di Timur Tengah dapat menimbulkan kekhawatiran lesunya wisatawan yang akan datang ke Indonesia khususnya Bali.

Ia berpandangan, ketergantungan pada konektivitas global membuat Bali sangat sensitif terhadap instabilitas geopolitik, sama halnya pada saat Pandemi Covidi-19. Dimana wisatawan yang berkunjung dan berlibur ke Bali sangat turun merosot tajam sehingga melumpuhkan pariwisata yang ada di Bali.

Dalam konteks ini, perang di Timur Tengah bukan hanya isu keamanan, tetapi juga isu ekonomi global yang berdampak pada Bali secara langsung, jika perang berlangsung lama tentu ini menjadi ujian yang sangat berat dihadapi oleh Bali.

Ia mendorong agar Bali harus mampu mengatasi kondisi ini dan harus kuat bertahan, dimana Bali harus melakukan gebrakan yang tidak hanya mengandalkan penerbangan yang datang dari Timur Tengah melainkan fokus pada wisatawan diluar itu dan Asia dan Asia Tenggara serta jangan dilupakan wisatawan domestik untuk terus melakukan promosi pariwisata sehingga mereka mau berkunjung dan berlibur ke Bali.

"Perang di Timur Tengah menjadi alarm untuk pariwisata Bali ke depan, setiap percikan konflik peperangan yang terjadi di belahan dunia manapun yang sekalipun jauh dari Bali hal ini dapat membuat dampak yang sangat terasa bagi kehidupan pariwisata di Bali," pungkas Sudika Mangku.

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top