Lebih lanjut, Pangdam berpesan kepada seluruh panitia agar bekerja secara profesional, objektif, dan tidak mengabaikan hati nurani dalam menilai setiap peserta. Pangdam juga mengingatkan pentingnya menghindari segala bentuk pelanggaran Werving, karena hal tersebut dapat mencederai integritas institusi dan merugikan upaya penyiapan sumber daya manusia TNI yang berkualitas.
“Apabila terdapat oknum, baik dari internal panitia maupun pihak luar, yang terbukti melakukan pelanggaran dalam proses seleksi, akan ditindak tegas sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” tegas Pangdam.
Mengakhiri sambutannya, Pangdam kembali mengingatkan pentingnya menjaga kehormatan institusi TNI dengan melaksanakan proses Werving secara normatif, bersih, dan transparan, demi membentuk generasi prajurit yang tangguh, profesional, dan berkarakter.
Dengan digelarnya Sidang Parade Caba PK TNI AD Tahun 2025 secara transparan dan akuntabel di Panda Denpasar, Kodam IX/Udayana kembali menunjukkan komitmennya dalam menyiapkan prajurit-prajurit terbaik bangsa. Diharapkan, para calon yang terpilih nantinya dapat menjadi garda terdepan dalam mengabdi kepada bangsa dan negara dengan penuh dedikasi dan semangat juang yang tinggi. (Car)










