"Tahun 2026 KKN akan bergeser menggunaan kabupaten yang berbeda sesuai dengan data kasus prioritas yang ditetapkan," kata Ayu Henny, sembari mengatakan mahasiswa akan diterjunkan ke lokasi selama tiga minggu, dari 20 januari-7 Februari 2025.
"KKN IPe adalah program yang dilakukan oleh mahasiswa untuk memecahkan masalah kesehatan masyarakat. Program ini dilakukan secara kolaboratif antara mahasiswa dari berbagai profesi," imbuhnya.
Permasalahan stunting, penyakit tidak menular, menular, KIA/ KB, imunisasi, peningkatan kapasitas kader (pangan lokal/PMT), optimalisasi platform digital/ sosialisasi melalui media serta DESTANA (Desa Tangguh Bencana), menjadi program prioritas KKN tahun ini.
DESTANA dimasukkan dalam program karena Poltekkes Kemenkes Denpasar sudah mendeklarasikan Kampus siaga Bencana serta sudah terbentuk tenaga cadangan klaster per jurusan.
Di lapangan, lanjut Ayu Henny, setiap mahasiswa akan mengkaji 8 keluarga, yang terdapat salah satu anggota keluarga balita, ibu hamil, remaja dan lansia. Menggunakan pengkajian data kesehatan yang diambil secara langsung, data sekunder, studi literatur, wawancana, observasi, serta parthenrship dan pemberdayaan masyarakat.
Pada akhir kegiatan KKN, setiap kabupaten wajib mengadakan expo pameran seluruh hasil pangan lokal potensi masyarakat setempat yang dapat digunakan untuk pemberdayaan masyarakat, salah satunya meningkatkan perekonomian desa, pemberian makanan tambahan untuk mengatasi masalah kesehatan sesuai agregat tumbuh kembang menggunakan bahan lokal yang ada di desa.










