Mengenai geografis, Desa Kekeran berada di wilayah dataran rendah yang dilalui aliran sungai serta memiliki curah hujan relatif tinggi. Kondisi tersebut menyebabkan desa ini memiliki risiko bencana banjir, terutama saat musim hujan.
Untuk menyokong hal ini salah satu program kerja yang dilaksanakan adalah pembuatan lubang resapan biopori sebagai upaya mitigasi banjir dan pengelolaan lingkungan. Program kerja ini bekerja sama dengan BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) dalam penentuan titik pemasangan.
Pembuatan biopori dilakukan di tiga titik strategis, yakni di Pura Desa, Pura Puseh, dan Pura Dalem, yang merupakan kawasan dengan aktivitas masyarakat tinggi. Program ini diharapkan dapat meningkatkan daya resap air tanah, mengurangi genangan air, serta mendukung kebersihan dan kelestarian lingkungan desa.
Melalui sinergi program kesehatan, pemberdayaan pangan, dan mitigasi lingkungan, KKN-IPE Poltekkes Denpasar bersama dengan dosen pembimbing diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat Desa Kekeran terhadap pentingnya kesehatan dan lingkungan, serta mendorong terciptanya masyarakat yang lebih mandiri, sehat, dan tangguh terhadap risiko bencana.
Hal ini linear dengan yang diharapkan oleh Direktur Poltekkes Kemenkes Denpasar, Sri Rahayu saat pembukaan kegiatan KKN-IPE, 20 Januari 2026, beliau mengharapkan kegiatan KKN-IPE ini dapat bermanfaat untuk masyarakat Desa Kekeran khususnya pada bidang kesehatan dan lingkungan.










