Ia melanjutkan, program unggulan tahun ini adalah DESTANA (Desa Tangguh Bencana), di mana mahasiswa membantu perangkat desa dalam sosialisasi dan pelatihan kepada kader, masyarakat, dan anak sekolah, sebagai salah satu kegiatan kampus siaga bencana Poltekkes Kemenkes Denpasar.
Selain itu, lanjut Henny Achjar, penutupan juga dirangkai kegiatan expo. Dalam expo ini, ditampilkan berbagai produk pangan lokal untuk Pemberian Makanan Tambahan (PMT) dan peningkatan ekonomi mayarakat melalui UMKM.
Desa Tembok menyajikan nuget ikan kelor, Desa Sambirenteng menyajikan mie kembung, Desa Les menyajikan fly fish bites dan noni blue, Desa Tejakula menyuguhkan fish pancake, puding kelambu dan sumping ubi ungu.
Desa Penuktukan tampil dengan dimsum dan abon ikan, Desa Madenan bola-bola ubi isian ayam kelor, alpukat jellly susu, Desa Julah menyajikan rolade ikan wortel dan bola-bola ubi, Desa Bondalem menyajikan kroket silang (singkong ikan layang) kelor, dan jelly bayam jahe, dan Desa Pacung menampilkan jaseko (jahe sereh kelor minuman), tokelo (tongkol kelor, wortel, dan cerocot).
"Semua produk makanan berbahan pangan lokal ini diharapkan meningkatkan kesehatan masyarakat. KKN ini juga diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata dalam transformasi pelayanan kesehatan primer dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kecamatan Tejakula," pungkasnya.
Direktur Poltekkes Kemenkes Denpasar Dr. Sri Rahayu, S.Tr.Keb., S.Kep., Ners., M.Kes., mengaku kagum dengan kreativitas dan inovasi warga desa dalam mengolah pangan lokal yang sesungguhnya sangat melimpah.










