DENPASAR-fajarbali.com | Menyongsong tahun 2026 yang diprediksi penuh dinamika, Ketua Umum ((Ketum) Mahagotra Pasek Sanak Sapta Rsi (MGPSSR) Pusat, I Nyoman Kenak, memberikan arahan strategis dalam Pesamuan Agung XIX yang digelar di Sekretariat MGPSSR, Jalan Cekomaria, Denpasar, Sabtu (27/12/2025).
Acara ini dihadiri oleh para tokoh Pasek seperti DPR RI Wayan Sudirta, Mantan Gubernur Bali Made Mangku Pastika, Wakil Bupati Karangasem I Wayan Pandu Prapanca Lagosa serta jajaran pengurus MGPSSR se-Bali dan pengurus provinsi lainnya.
Nyoman Kenak mengungkapkan bahwa berdasarkan perhitungan Wariga Bali dan petunjuk para Pandita, tahun 2026 merupakan tahun "Kuda Api". Fenomena ini menurutnya dimaknai sebagai masa yang menuntut kerja keras, kecepatan, dan ketahanan mental yang tinggi.
"Bagi mereka yang memperjuangkan kebaikan, kuncinya adalah harus tahan banting. Kita harus meningkatkan militansi dalam menjaga solidaritas agar tidak goyah meski menghadapi banyak tantangan di masa depan," tegas Nyoman Kenak.
Refleksi Kinerja 2025 dan Inovasi Organisasi
Selain membahas tantangan masa depan, Pesamuan Agung ini menjadi momentum penting untuk mengevaluasi kinerja pengurus selama tahun 2025.
Nyoman Kenak menekankan bahwa penerapan Catur Swadharma Kepasekan wajib dilakukan, namun tetap harus disertai dengan inovasi agar relevan dengan perkembangan zaman.
Ia mengingatkan pengurus untuk selalu melakukan refleksi diri dan terus berpacu dengan waktu tanpa adanya jeda dalam pengabdian.
"Semangat gotong royong dan rasa jengah harus diperkuat. Kita harus menjadi seperti baja; semakin ditempa oleh panasnya tantangan 'Kuda Api', kita harus semakin kuat dan kokoh," ujarnya dalam wawancara di lokasi acara.










