Namun, dengan isu rencana pemerintah pusat yang akan menyerahkan pengelolaan PKB ke tingkat kabupaten/kota, Provinsi Bali berisiko kehilangan sebagian besar sumber pendapatan utama ini.
Perubahan tersebut tentu menuntut Koster untuk mengatasi ketidakpastian finansial yang timbul dan mencari solusi agar pendapatan provinsi tetap terjaga.
Salah satu strategi yang bisa diterapkan adalah mengoptimalkan sumber-sumber pendapatan lainnya yang lebih berkelanjutan dan tidak bergantung pada satu sektor pajak tertentu.
Di periode pertama, Pemerintah Provinsi Bali di bawah kepemimpinan Koster sebenarmnya sudah berfokus pada pengembangan pariwisata yang berbasis pada keberlanjutan dan kualitas, bukan hanya kuantitas.
Dengan konsep pariwisata yang lebih ramah lingkungan dan budaya, Bali berpotensi menarik wisatawan lebih lama dan lebih banyak yang dapat menghasilkan pendapatan lebih tinggi bagi daerah.
Salah satu inisiatif besar yang diusung oleh Koster adalah pengembangan Pusat Kebudayaan Bali (PKB) di Klungkung sebagai destinasi wisata baru.
Klungkung, yang dikenal dengan warisan budaya yang kaya, dipilih untuk menjadi pusat pengembangan seni dan budaya Bali yang lebih modern, namun tetap menghargai nilai-nilai tradisional.
PKB direncanakan akan menjadi pusat kegiatan seni, budaya, dan pendidikan yang dapat menarik wisatawan domestik dan mancanegara.
Pembangunan PKB di Klungkung juga bertujuan untuk memperkenalkan wisata budaya yang lebih mendalam, memberikan ruang bagi seni dan tradisi Bali untuk berkembang, dan menciptakan lapangan kerja baru bagi masyarakat sekitar.










