Kepala Perwakilan BKKBN Bali Sabet Doktor di Unud, MDA Sebut Hasil Disertasinya Bermanfaat Bagi Desa Adat

IMG-20250714-WA0005
Dr. dr. Ni Luh Gede Sukardiasih, M.For., MARS., bersama Bandesa Agung Mejelis Desa Adat (MDA) Provinsi Bali Ida Panglingsir Agung Putra Sukahet, usai Ujian Terbuka dan Promosi Doktor di FIB Unud, Senin (14/7/2025).

Sebaliknya, perempuan yang tidak dikaruniai anak setelah menikah kerap menerima kekerasan fisik dan simbolik di keluarga, mulai dari sindiran halus hingga disebut "bangkung jubeng" atau mandul.

Birokrat yang mengawali karir sebagai Kepala Puskesmas Becora Dili di Provinsi Timor Timur ini menambahkan, ideologisasi wacana ini menyajikan pergulatan ideologi gender yang menarik karena berpotensi melemahkan posisi perempuan dalam dialektika kodrat dan peran sosialnya, serta cenderung menjadi subjek penderita, baik sebelum maupun setelah perkawinan. 

"Untuk itu, disertasi ini bertujuan untuk membongkar faktor-faktor di balik terartikulasikannya wacana sing beling sing nganten dalam kultur perkawinan, serta bentuk dan implikasi pergulatan ideologi gender dalam wacana tersebut," imbuh ibu tiga anak tersebut.

Dengan demikian, penelitiannya ini dapat membongkar relasi-relasi ideologis di balik wacana yang beroperasi dalam praktik sosial sesuai dengan visi keilmuan Kajian Budaya.

Disertasi ini meyimpulkan bahwa faktor-faktor di balik terartikulasikannya wacana sing beling sing nganten dalam kultur perkawinan di Kabupaten Tabanan meliputi empat hal, yakni penyebarluasan wacana dan afirmasi publik, kepastian memperoleh keturunan, hegemoni ideologi patriarki, dan legitimasi struktural. 

"Bentuk pergulatan ideologi gender meliputi pergulatan ideologi keagamaan, pergulatan ideologi tubuh, pergulatan ideologi kesuburan, dan pergulatan ideologi kepercayaan populer (common sense)," ujar mantan Direktur Bina Ketahanan Keluarga Lansia dan Rentan BKKBN RI (2023 - Jan 2025).

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top