Kepala Perwakilan BKKBN Bali Jadi Narasumber Bentuk Generasi Tangguh di SMPN 1 Susut

IMG-20260504-WA0031
Sosialisasi pencegahan kekerasan terhadap anak yang diselenggarakan oleh Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Bali, Senin (4/5) di SMPN 1 Susut, Bangli.

BANGLI-fajarbali.com | Suasana penuh semangat terasa di SMPN 1 Susut Kabupaten Bangli, menjadi bagian dari upaya besar membentuk generasi yang tangguh. Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bali, Dr. dr. Ni Luh Gede Sukardiasih, M.For., MARS , hadir sebagai narasumber dalam sosialisasi pencegahan kekerasan terhadap anak yang diselenggarakan oleh Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Bali, Senin (4/5). 

Kegiatan ini memadukan edukasi kesehatan reproduksi sebagai elemen krusial dalam strategi perlindungan anak sejak usia dini.

Dalam pemaparannya, Dr. Luhde menekankan bahwa pemahaman kesehatan reproduksi tidak semata menyangkut aspek biologis, melainkan juga berperan sebagai landasan utama dalam mencegah berbagai bentuk kekerasan, terutama kekerasan seksual pada anak dan remaja.

“Edukasi yang tepat akan membekali siswa dengan kemampuan untuk mengenali batasan tubuhnya, memahami hak atas diri sendiri, serta memiliki keberanian untuk menolak dan melaporkan segala bentuk tindakan yang mengarah pada kekerasan”, ujarnya.

Pengetahuan ini diharapkan dapat menjadi instrumen penting dalam membangun kesadaran dan perlindungan diri sejak dini.

Sosialisasi ini juga menghadirkan berbagai pihak sebagai narasumber yang membahas perlindungan anak secara komprehensif, termasuk peran masyarakat melalui Forum PUSPA (Partisipasi Publik untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak) Provinsi Bali dalam mencegah kekerasan terhadap anak.

Forum PUSPA Provinsi Bali sebagai wadah kolaborasi berbagai elemen masyarakat mendorong publikasi dalam melindungi hak-hak anak serta menciptakan lingkungan yang aman dan ramah bagi tumbuh kembang anak di Bali.

Selain itu, disampaikan juga oleh Yayasan Lentera Anak Provinsi Bali untuk menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan bebas dari kekerasan, baik fisik, psikis maupun seksual.

Upaya perlindungan anak di lingkungan pendidikan menjadi tanggungjawab bersama guna memastikan setiap anak dapat tumbuh dan berkembang secara optimal. 

BACA JUGA:  Sekolah Lansia: Ruang Tumbuh untuk Lansia Mandiri dan Produktif

Melalui kegiatan ini, para siswa diharapkan tidak hanya mendapatkan tambahan wawasan, tetapi juga menumbuhkan kesadaran untuk lebih menghargai diri sendiri serta memiliki keberanian untuk bersuara ketika menghadapi situasi yang tidak aman. Edukasi semacam ini merupakan langkah strategis dalam membentuk generasi muda yang sehat, tangguh, dan memiliki daya saing tinggi. (rel)

 

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top