Kendalikan Penyakit Tidak Menular di Desa Tibubeneng, Poltekkes Kemenkes Denpasar Gelar Pengabmas Nasional PPDS

TIBUBENENG2

‘’Untuk kasus penderita hipertensi dan diabetes dengan ketergantungan berat, diperlukan sarana khusus seperti toilet dan alat-alat pendukung mobilisasi lainnya,’’ katanya. Lansia yang disertai maslah kesehatan memerlukan perhatian dari masalah psikis, fisik, sosial, ekonomi dan spiritual.

‘’Orangtua itu sudah tidak perlu lagi pakaian yang mewah, makanan yang mahal atau diajak jalan-jalan jauh. Mereka sangat memerlukan kasih sayang. Ajak mereka ngobrol, beri sentuhan hangat. Secara alamiah, lansia pasti mengalami penurunan psikis dan fisik. Ini perlu dijaga bersama,’’ harap Henny.

Made Kamajaya selaku pimpinan Pemerintah Desa Tibubeneng mengutarakan hal senada. Bak gayung bersambut, pihaknya juga telah membuat program khusus bagi para lansia yang berjumlah lebih dari 1000 orang di wilayahnya. Belum lama ini, ia mengajak 800 lansia outbond ke Bedugul, Tabanan.

‘’Saya lihat mereka sangat bahagia sekali,’’ jelas Kamajaya. Dalam waktu dekat, pihaknya berencana mengajak lansia Tibubeneng tirta yatra ke Pulau Jawa. Dukungan ini di luar dari program anggaran untuk posyandu lansia, senam sehat hingga dukungan pakaian olah raga.

‘’Begitu besar jasa orangtua kepada kita sebagai anak/cucunya. Bahkan disebutkan orangtua adalah Tuhan yang terlihat. Saya punya keyakinan bahwa perhatian yang tulus dari anak/cucu jauh lebih manjur dari obat-obatan. Jadi jangan karena alasan kesibukan menjadikan kita cuek terhadap orangtua’’ tegas Kamajaya.

Oleh karena itu, Kamajaya menyambut baik kerja sama dengan Poltekkes Kemenkes Denpasar dan Puskesmas Kuta Utara sebagai upaya bersama meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Tibubeneng khususnya lagi para lansia. Selama ia menjabat Kepala Desa/Perbekel, Kamajaya tidak hanya melulu membangun fisik tetapi non fisik yang manfaatnya bisa dirasakan lintas-generasi.

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top