GIANYAR – Pemerintah Desa (Pemdes) Kemenuh, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar resmi meluncurkan Buku Profil Desa Kemenuh Tahun 2026 sekaligus mendeklarasikan Hari Jadi Desa Kemenuh yang ditetapkan pada 25 Mei 1550 Masehi. Kegiatan yang berlangsung di Wantilan Pura Dalem Kemenuh, Jumat (17/7/2026) itu menjadi momentum penting dalam memperkuat identitas, sejarah, serta arah pembangunan desa di masa depan.
Acara tersebut dihadiri Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Gianyar I Gede Daging, perwakilan Dinas Kebudayaan dan Dinas Pariwisata Kabupaten Gianyar, Muspika Kecamatan Sukawati, Forum Komunikasi Perbekel, Forum Badan Permusywaratan Desa (BPD), para bendesa adat se-Desa Kemenuh, tokoh masyarakat, serta unsur kelembagaan desa.
Perbekel Desa Kemenuh, I Dewa Nyoman Neka, mengatakan penyusunan Profil Desa Kemenuh 2026 tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan administrasi pemerintahan, tetapi juga sebagai dokumen strategis yang memuat potret lengkap desa, mulai dari kondisi geografis, demografi, potensi ekonomi, sosial budaya, hingga arah pembangunan yang berkelanjutan.
Menurutnya, profil desa menjadi sumber data sekaligus barometer perkembangan desa yang dapat digunakan sebagai dasar penyusunan kebijakan dan perencanaan pembangunan. "Profil desa menjadi sumber informasi yang menggambarkan kondisi riil masyarakat, potensi yang dimiliki, sekaligus menjadi bahan evaluasi untuk menentukan langkah pembangunan ke depan," kata dia.
Dewa Neka menjelaskan, peluncuran profil desa juga menjadi bagian dari upaya mendokumentasikan perjalanan panjang Desa Kemenuh yang dikenal memiliki kekayaan sejarah, budaya, spiritualitas, serta potensi pariwisata dan ekonomi kreatif yang terus berkembang.
Selain meluncurkan profil desa, Pemerintah Desa Kemenuh juga secara resmi mendeklarasikan Hari Jadi Desa Kemenuh. Penetapan tersebut merupakan hasil kajian sejarah yang dilakukan secara akademis dengan memanfaatkan berbagai sumber primer dan sekunder, mulai dari data prasasti, naskah sejarah, babad, hingga kajian ilmiah lainnya. "Astungkara, melalui musyawarah bersama, akhirnya dapat ditetapkan Hari Jadi Desa Kemenuh," jelasnya.
Ia berharap penetapan hari jadi tersebut tidak sekadar menjadi peringatan seremonial tahunan, melainkan menjadi spirit bersama dalam membangun desa dengan berpijak pada nilai-nilai sejarah dan kearifan lokal yang diwariskan para leluhur. "Kami juga berharap partisipasi masyarakat terus tumbuh, mulai dari proses perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi pembangunan desa," imbuhnya.
Dalam deklarasi yang dibacakan pada kesempatan tersebut dinyatakan bahwa Hari Jadi Desa Kemenuh ditetapkan pada 25 Mei 1550 Masehi sebagai tonggak lahirnya Desa Kemenuh. "Semoga Desa Kemenuh senantiasa menjadi desa yang maju, harmonis, berbudaya, lestari, dan sejahtera berlandaskan semangat Bhakti Praja Jagat Kertha," demikian salah satu bagian deklarasi yang dibacakan.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas PMD Kabupaten Gianyar, I Gede Daging, mengapresiasi langkah Desa Kemenuh yang telah mewujudkan profil desa. Menurutnya, keberadaan profil desa memiliki peran strategis karena memuat berbagai informasi penting mengenai kondisi dan potensi desa, mulai dari jumlah penduduk, kondisi sosial ekonomi masyarakat, angka kemiskinan, sumber daya alam, kelembagaan desa, hingga peluang pengembangan wilayah.
"Profil desa adalah cermin kondisi desa. Di dalamnya tergambar potensi, tantangan, dan arah pembangunan yang akan ditempuh. Dengan data yang baik, desa akan lebih mudah menyusun program yang tepat sasaran," kata Daging.
Ia juga menilai penetapan Hari Jadi Desa Kemenuh merupakan langkah positif untuk memperkuat jati diri masyarakat sekaligus menumbuhkan rasa memiliki terhadap desa.
Dalam kesempatan tersebut, Gede Daging turut menyinggung posisi strategis Desa Kemenuh yang berada di kawasan penyangga pariwisata dan pertumbuhan ekonomi Gianyar. Dengan berbagai potensi yang dimiliki, mulai dari sejarah, budaya, spiritualitas, seni, hingga pariwisata, Kemenuh dinilai memiliki peluang besar untuk terus berkembang.
Ia juga mendorong sinergi yang kuat antara desa dinas dan desa adat sebagai fondasi pembangunan yang berkelanjutan. Menurutnya, kekuatan desa di Bali terletak pada harmonisasi antara pemerintahan desa dengan lembaga adat yang tetap menjaga nilai-nilai budaya dan tradisi di tengah perkembangan zaman.
Peluncuran Profil Desa Kemenuh 2026 dan Deklarasi Hari Jadi Desa Kemenuh tersebut diharapkan menjadi tonggak baru dalam perjalanan pembangunan desa. Selain menjadi sumber data dan dokumentasi sejarah, kedua dokumen tersebut juga diharapkan mampu menjadi pedoman bersama dalam menjaga identitas desa, memperkuat kebersamaan masyarakat, serta mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan berbasis budaya dan kearifan lokal. [gde/rel]










