Perbedaan antara VCO pabrikan dengan tradisional sangat banyak. Pertama, dari sisi waktu pembuatan, yang tradisional memilih hari baik, momohon anugerah kepada Sang Hyang Surya Candra, doa khusus serta ada proses transfer energi sang pembuat ke bahan baku.
"Inilah yang membuat setiap VCO tradisional taksunya berbeda-beda. Meski proses pembuatannya sama," jelas Ariana yang diundang sebagai nara sumber.
Terlepas dari faktor tersebut, Ariana menjamin bahwa kualitas VCO dari kelapa Bali tetap yang terbaik di banding daerah lain. Sebab, dari hasil penelitian kelapa Bali mengandung asam laurat lebih dari 50 persen. Hal ini disebabkan tanah Bali didominasi tanah vulkanik, terutama di Kabupaten Karangasem.
Ia berharap seluruh dosen dan mahasiswa Kelompok VI KAT UNR mampu membantu UMKM VCO ini dari segala sisi sesuai bidang keilmuannya. Misalnya dari fakultas hukum mengurus perijinan, dari fakultas sains dan teknologi di peralatan, ekonomi di pemasaran dan sebagainya. (Gde)










