Kelompok VI KAT UNR Dorong Pengembangan Industri Minyak Kelapa Tradisional

KLP VI KAT UNR-871dedd1

Dosen Pembimbing Kelompok VI KAT UNR sekaligus Ketua Pengusul pengabdian masyarakat di Desa Darmasaba Ir. Made Mariada Rijasa, ST., MT., IPM., menjelaskan, kehadiran pihaknya selama dua bulan dengan puluhan mahasiswa dari multi disiplin ilmu bertujuan membantu masyarakat, terutama terkait "Pengembangan Jalan Usaha Tani dan DAM Tanah Putih sebagai Ekowisata di Desa Darmasaba.

Di luar tema proposal usulan tersebut, kata Mariada, mensuport UMKM khususnya pengolahan minyak kelapa juga perlu dilakukan agar kebermanfaatan KAT ini dirasakan langsung oleh masyarakat.

Setelah mendengarkan paparan nara sumber Nyoman Ariana, serta melihat praktik langsung pengolahan VCO di rumah Mangku Gotra, pihaknya telah memetakan sejumlah kendala yang menghambat laju usaha tersebut.

"Masalahnya cukup kompleks, terutama di sisi pemasaran. Karena itu kami juga ajak orang yang berkompeten di bidang marketing digital yakni Pak Dedi Suardika," kata Mariada didampingi anggota dosen pembimbing, Ni Putu Silvi, ST., M.T., I Gusti Agung Prabandari Tri Putri, SE., MM., Cokorda Istri Agung Vera Nindia Putri, SE., MM., serta Ni Putu Ari Setyaningsih, SH., MH.

Dari kaca mata akademisi, Mariada mengungkapkan, mesti ada standarisasi kualitas VCO melalui uji laboratorium. Hal ini dimaksudkan agar kualitas dan harga VCO merata di seluruh perajin.

"Saya amati tadi, kualitas VCO bisa berbeda tergantung tangan yang membuat dan alat yang digunakan. Ini harus kita buatkan standarisasi. Penting itu," ujarnya.

Sebelumnya, praktisi VCO  Nyoman Ariana mengatakan, VCO merupakan minyak "ajaib" yang bisa mengobati segala macam penyakit. Namun yang diolah secara tradisional VCO memiliki nilai-nilai filosofis yang sulit dijelaskan dengan nalar, sehingga VCO disebut juga minyak "metaksu".

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top