Sementara anggota Komisi IV DPR RI, I Made Urip mengatakan pada masa pandemi ini telah mengubah target-target pembangunan diseluruh indonesia. Contohnya, disektor pertanian pada anggaran APBN 2020 , dari 22 trilun ada recofusing dan relokasi hampir 7 T untuk menangani covid 19. Akibatnya, beberapa program pertanian pasti ada yang tidak jalan karena pemotongan anggaran. “Nah khusus pertanian, saya kira masih tetap jalan di Bali untuk penguatan kondisi pangan. Karena kultur masyarakat Bali adalah agraris. Disamping juga banyak yang bergerak disektor pariwisata. Pertanian telah mampu menyelamatkan kita semua ketika terjadi erupsi, bom , muisbah , semuanya orang akan kembali lari ke sektor pertanian. Kembali lagi kekampung menekuni pertanian,” paparnya.
Secara khusus Urip juga memberikan apresiasi kepada Pemkab Jembrana yang telah memberikan perhatian serius kepada persoalan sektor pertanian khususnya dibidang komoditas kakao. Hal ini memberikan sumbangsih yang begitu besar tehadap kemajuan pembangunan Jembrana. “Kakao Jembrana sudah cukup terkenal. Dari sisi kelembagaan juga tertata rapi dengan hadirnya kelompok-kelompok taninya. Tinggal mereka diberikan petunjuk terutama pada peningkatan produksi, menjaga kualitas hingga pembenihan, bibit berkualitas dan pasca panen harus diberikan akses pemasaran. Hal ini persoalan serius yang harus digarap bersama,” papar Made Urip. (prm).










