Kebun Raya Bali Hadirkan Harmoni Konservasi, Budaya, dan Kuliner Tradisi Bali Peringati HUT ke 67

IMG-20260715-WA0142
Kebun Raya Bali merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-67, jaga alam dengan konservasi

Semangat menjaga keseimbangan alam juga diwujudkan melalui berbagai kegiatan edukatif dan konservasi, mulai dari Wellness Activity yang diikuti 67 peserta yoga sebagai simbol perjalanan 67 tahun Kebun Raya Bali, workshop tanaman seperti kokedama, begonia, dan sukulen, hingga seremoni puncak berupa upacara adat, jalan sehat, serta penanaman pohon bersama BRIN sebagai simbol komitmen terhadap pelestarian lingkungan.

Sebagai kebun raya yang berdiri sejak 15 Juli 1959, Kebun Raya Bali merupakan Kebun Raya pertama yang dibuat oleh orang Indonesia yaitu Prof. Ir. Kusnoto Setyodiwiryo, Kebun Raya Bali terus mengembangkan berbagai program yang mengintegrasikan fungsi konservasi, penelitian, edukasi, wisata, dan budaya. Memasuki usia ke-67, Kebun Raya Bali semakin memperkuat posisinya sebagai destinasi wisata berbasis alam dan budaya yang menawarkan pengalaman khas pegunungan tropis Indonesia.

Managing Director PT Mitra Natura Raya, Marga Anggrianto, mengatakan perayaan HUT ke-67 menjadi wujud komitmen Kebun Raya Bali dalam mengintegrasikan fungsi konservasi dengan pelestarian budaya lokal. 

"Kebun Raya Bali memiliki kekayaan alam yang luar biasa. Melalui perayaan HUT ke-67 ini kami ingin menghadirkan pengalaman yang menghubungkan alam, budaya, dan tradisi dalam satu destinasi. Pertunjukan Tari Kecak dengan latar Danau Beratan serta Ngelawar Fest menjadi simbol bahwa pelestarian budaya dapat berjalan seiring dengan pelestarian lingkungan. Kami berharap Kebun Raya Bali terus menjadi ruang kolaborasi bagi konservasi, edukasi, dan edukasi budaya yang memberikan manfaat bagi masyarakat," ujar Marga.

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top