Kebangkitan Kopi Kintamani, Koperasi Kopi Bali Lestari Jadi Hub Ekspor Mendunia

IMG-20260409-WA0078
Sinergi Koperasi Kopi Bali Lestari sebagai hub Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) memperkuat kedaulatan petani kopi Bali.

“Selain pemasaran, koperasi ini juga berperan dalam edukasi pengelolaan limbah kopi menjadi pupuk organik. Dengan sistem manajemen yang modern, petani tidak hanya diuntungkan dari penjualan biji kopi, tetapi juga mendapatkan nilai tambah melalui pembagian Sisa Hasil Usaha (SHU) di setiap akhir tahun buku,” sebutnya.

Sementara itu, Founder Coop Coffee Foundation, Reza Fabianus, menyoroti tantangan pemenuhan kuota ekspor yang selama ini sulit dipenuhi petani secara individu. Melalui sistem hub, permintaan besar dari mitra global seperti Starbucks dapat dikonsolidasikan, sekaligus mempermudah distribusi bibit dan sarana produksi bagi para petani.

Kopi Arabika asal Kintamani, menurut Reza memiliki cita rasa tersendiri. Selama ini buyer sendiri telah terhubung sampai ke tingkat banjar, namun kini melalui kehadiran Koperasi Kopi Bali Lestari, yang akan dihubungkan dengan KDMP di Bali, maka akan terkoneksi dengan jumlah dan kualitas kopi.

“Lewat inisiasi terbentuknya Koperasi Kopi Bali Lestari, yang akan menghubungkan petani kopi dengan KDMP, semua kebutuhan petani bisa terjawab distribusinya, baik bibit kopi, pengelolaan limbah kopi menjadi pupuk, dan lainnya,” tegasnya.

Komisaris Utama PT Koop Kopi Indonesia, Yuana Sutyowati, optimis kolaborasi entitas bisnis dan pemerintah ini akan memberikan dampak ekonomi nyata, khususnya pada musim panen raya tahun 2026 ini.

Sebagai catatan, PT Koop Kopi Indonesia memiliki rekam jejak kuat dalam mengekspor kopi Kintamani ke Starbucks Trading Company sejak 2018. Kemitraan ini telah membangun ekosistem rantai pasok yang solid dengan standar kualitas internasional yang sangat ketat melalui sertifikasi CAFE Practice.

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top