
Prof. Antara semasa hidup saat menjalani sidang di Pengadilan Tipikor Denpasat.Foto/dok
DENPASAR-Fajarbali.com| Mantan Rektor Universitas Udayana, Prof. Dr. Ir. I Nyoman Gde Antara MEng IPU yang sebelumnya divonis bebas atas dugaan korupsi dana SPI penerimaan mahasiswa baru jalur mandiri, meninggal dunia, Kamis (8/8/2024) pagi sekitar pukul 06.30 WITA, usai menjalani perawatan di RSUD Mangusada, Kapal, Kabupaten Badung.
Kabarnya, meninggalnya Prof. Antara setelah diungkapkan oleh Gede Pasek Suardika (GPS), kuasa hukum Prof. Antara di akun media sosialnya. "Kami terhenyak kaget, karena kami beberapa waktu lalu mendiskusikan tentang perkembangan terakhir adanya pemaksaan pemilihan Rektor Unud yang baru dan berpotensi ada tabrakan hukum jika putusan kasasinya turun memperkuat putusan bebas," begitu pria yang juga dikenal sebagai politisi senior tersebut.
Kepergian Prof. Antara yang begitu mendadak tentu mengejutkan banyak pihak. Apalagi, yang bersangkutan dikenal selalu menjaga kesehatan. Bahkan, almarhum adalah pemegang sabuk hitam Karate di perguruan KKI. Sementara itu, kepada awak media istri almarhum yakni Ida Ayu Bulan Antara mengatakan, Prof. Antara mengalami sakit mendadak.
Di mana, awalnya merasa panas di tenggorokan diikuti dengan sakit lambung atas yang mengakibatkan perdarahan hebat serta diare. Tim medis, kata istri almarhum mengaku sudah berusaha maksimal, namun sang khalik berkehendak lain. Salah satu akademisi terbaik Pulau Dewata itu pun akhirnya berpulang.
Untuk diketahui, Prof. I Nyoman Gde Antara lahir pada 7 Agustus 1964 di Desa Gulingan, Mengwi, Kabupaten Badung. Menempuh pendidikan tinggi di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, ia meraih gelar Sarjana Teknik Mesin pada tahun 1990.










