Mayjend Achmad kembali menerangkan, hingga kini sudah banyak tawaran dari negara sahabat untuk ikut melakukan pencaharian. Seperti Singapura yang menawarkan kapal penyelamat kapal selam MV Swift Rescue dan akan tiba di lokasi 24 April. Dari Malaysia menawarkan kapal Rescue Megabakti yang akan tiba tanggal 26 April. "Yang sudah konfirmasi dari Malaysia dan Singapura. Ada juga tawaran lain dari Amerika, Jerman, Perancis, Turki, India, Rusia dan Australia juga ikut," sebutnya.
Sementara dalam pencaharian TNI AL bersinergi dengan tim gabungan Basarnas, BPPT dan P3GL guna mencari menggunakan kapal Basarnas dengan membawa peralatan lengkap. Sedangkan untuk Posko Krisis Senter akan dibangun di Koarmada II Surabaya dan Pangkalan AL di Banyuwangi dengan dilengkapi beberapa peralatan. Seperti ambulan, chamber dan lainnya. Ia berharap KRI Nanggala 402 dapat segera ditemukan dan para kru selamat.
"Kami harus optimis dalam arti kata kami sudah mengerahkan semua peralatan dan sumber daya yang ada pdan Indonesia punya itu. Terkait logistik pasti ada dan sudah dipersiapkan di dalam kapal namun kami tidak bisa memastikan untuk berapa lama," pungkasnya. (hen)










