Kampanye Penurunan Stunting di Desa Pemuteran, Dikemas Dialogis, Santai, Berhadiah

kar

Kepala Dinas Kesehatan Buleleng dr. Sucipto, mengakui, angka stunting di wilayahnya menurun menjadi 3,4 persen dari sebelumnya 11 persen berdasarkan data dinas kesehatan. "Hal ini tentu berkat kerja keras bersama," kata Sucipto.

Di Desa Pemuteran sendiri, ada 8 terindikasi stunting dari 627 orang. Jika dipresentasikan menjadi 1,3 persen. Menurutnya, adanya kasus stunting bukan berarti kegagalan, justru menjadi pemicu agar semua pihak bekerja keras dalam melakukan intervensi spesifik dan sensitif. Karena stunting adalah masalah tumbuh kembang anak yang disebabkan persoalan sangat kompleks.

Di sisi lain, tokoh masyarakat sekaligus mantan Wakil Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra, berharap pemerintah setempat segera menemukan benang merah atas meningkatnya kasus stunting di Buleleng.

"Minggu lalu saya temukan anak stunting di Sumberklampok. Usianya 3,5 tahun dengan berat badan 7 kg. Sudah saya rawat di rumah sakit secara maksimal," kata Sutjidra yang juga seorang dokter spesialis kandungan ini.

Dia membuka pintu lebar kepada Perbekel Pemuteran, dalam memanfaatkan layanan kesehatan gratis yang ia inisiasi bersama anak-anaknya yang juga berpr sebagai dokter berbagai bidang spesialisasi. "Silakan saja Pak Perbekel. Kita koordinasi. Nanti tentukan tempat dan waktu. Kami datang. Gratis," kata dia.

Turut hadir pada kesempatan itu, Perbekel Pemuteran Nyoman Arnawa, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bali Sarles Barbar, tokoh masyarakat, kader PKK, Posyandu, Tim Pendamping Keluarga dan undangan lain. rl

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top