Kampanye Penurunan Stunting di Desa Pemuteran, Dikemas Dialogis, Santai, Berhadiah

kar

FOTO: STUNTING-Promosi dan KIE Percepatan Penurunan Stunting di Desa Pemuteran Gerokgak, Buleleng, Selasa (12/9/2023).

 

SINGARAJA – sandybrown-gazelle-543782.hostingersite.com | Meski membahas isu penting menyangkut generasi bangsa masa depan, Promosi dan KIE Percepatan Penurunan Stunting di Wilayah Khusus, Desa Pemuteran, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten, Buleleng, Selasa (12/9/2023), dikemas dengan pola dialogis, santai menghibur dan 'hujan' hadiah bagi peserta yang aktif.

Gaya seperti itu menjadi ciri khas Anggota Komisi IX DPR RI I Ketut Kariyasa Adnyana, di setiap pertemuan dengan masyarakat. "Yang penting substansi permasalahannya sampai. Mudah dimengerti dan melahirkan solusi," kata Kariyasa.

Peserta yang hampir menembus 500 orang tampak antusias menjawab tiap pertanyaan seputar stunting. Pengetahuan warga, khususnya ibu-ibu Pemuteran cukup baik terbukti dari kemampuannya melahap pertanyaan dari nara sumber.

Dalam pemaparan materinya, Kariyasa berpesan agar remaja di Pemuteran tidak buru-buru menikah. Sebaiknya menunggu usia ideal, 21 tahun untuk perempuan dan laki-laki 25 tahun, minimal.

Karena dari berbagi survei, bayi-bayi yang terjangkit stunting didominasi dari orangtua yang kawin di bawah usia ideal. "Kalau kawin di bawah usia ideal itu, secara fisik dan psikis belum siap menjadi orangtua. Jadi nggak usah terburu-buru," pesannya.

Kepasa pasangan usia subur, ia juga meminta untuk menghindari 4 Terlalu. Lebih lanjut, Kariyasa mengapresiasi capaian pemerintah daerah dan semua pihak yang berkolaborasi sehingga Bali menjadi provinsi dengan angka stunting terendah nasional, 8 persen. Apalagi capaian ini diraih saat Bali dipukul Pandemi Covid-19.

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top